Jumat, 17 Agustus 2018

Ribuan Warga Laos Kehilangan Rumah

Oleh: Jallus
Jumat, 27 Juli 2018 04:03:00
BAGIKAN:
reuters.
Banjir di Laos.

KHOKONG (MM): Tentara mencari penyintas di ujung selatan terpencil Laos, tiga hari setelah jebolnya bendungan pembangkit listrik tenaga air mengirim arus air yang menerjang sawah dan desa.

Sementara itu petugas pertolongan bergegas membantu ribuan orang yang kehilangan rumah.

Besarnya kerusakan akibat bencana tersebut masih jelas, sebagian karena daerah itu belum bisa dimasuki sedangkan laporan dari media negara komunis tersebut sedikit dan tidak lengkap.

Kantor Berita Laos menyatakan 27 orang dikonfirmasi tewas dan 131 orang lagi hilang setelah bendungan itu jebol pada Senin di satu bagian yang sedang dibangun sebagai bagian dari proyek listrik tenaga air di Provinsi Attapeu.

Menurut laporan sebelumnya, jumlah korban jiwa akan jauh lebih banyak, dan pada Rabu Vientiane Times mengatakan lebih dari 3.000 orang sedang menunggu diselamatkan dari air banjir yang menggelegak, banyak di antara mereka berada di pohon dan atap rumah yang terendam air.

Di Desa Khokong, kubangan lumpur menggenangi sekeliling rumah yang miring tapi masih berdiri sementara hewan yang mati mengambang di air.

"Tujuh desa dilanda banjir, dua sangat parah. Tadinya ada 200 rumah dan sekarang hanya tersisa 10 rumah yang masih berdiri," kata seorang petugas medis, sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau di Jakarta, Kamis 26 Juli 2018. Ia tak ingin disebutkan jatidinya sebab ia tak berwenang berbicara dengan media.

"Kami menemukan satu mayat hari ini. Saya menduga akan ada lagi saat air surut dan jalan bisa lebih mudah dilewati," katanya.

Ia mengatakan warga desa diperingatkan sekitar tiga sampai empat jam sebelum bendungan tersebut jebol, tapi sedikit orang yang menduga air akan menggenangi setinggi itu.

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengatakan jalan dan jembatan rusak, dan perahu serta helikopter adalah satu-satunya sarana transportasi di daerah yang dilanda banjir.

Gedung sekolah di daerah yang aman kini digunakan sebagai pusat pengungsian, dan sebanyak 1.300 keluarga memerlukan tenda untuk berteduh, katanya.

Di jalan ke satu kota kecil, Sanamxai, wartawan Reuters melihat truk yang membawa bantuan, termasuk air bersih dan selimut, buat warga yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah menyebutkan jumlah mereka 3.060 orang.

Phra Ajan Thanakorn, seorang pendeta Buddha yang baru kembali dari Sanamxai, mengatakan ia telah mengirim makanan dan obat di empat truk bak terbuka yang telah datang dari Vientiane, Ibu Kota Laos yang terletak sekitar 800 kilometer di sebelah utara, dan ia akan kembali ke sana untuk membongkar lebih banyak barang bantuan.

"Situasinya sangat buruk," kata Thanakorn kepada Reuters. "Semua upaya bantuan dilancarkan di Sanamxai. Ada relawan yang membagikan makanan dan obat buat penyintas setiap hari di sana. Mereka masih kekurangan makanan, obat dan peti mayat." Tim bantuan dan pertolongan dari seluruh Asia telah pergi ke Attapeu, provinsi yang kebanyakan terdiri atas pertanian yang berbatasan dengan Vietnam di sebelah timur dan Kamboja di selatan.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99