Jumat, 26 April 2019

Ribuan Lampion di Pekanbaru

Oleh: alex
Sabtu, 26 Januari 2019 05:26:00
BAGIKAN:
istimewa.
Lampion.

PEKANBARU (MM): Sebanyak 1.888 buah lampion terpasang rapi menghiasi kawasan Pecinan Jalan Karet, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menjelang perayaan tahun baru Imlek 2570.

"Lampion ini akan terus dipasang hingga festival Cap Go Meh," kata Ketua Panitia Imelk Bersama Kota Pekanbaru, Mariyana di Pekanbaru, Jumat 25 Januari 2019.

Ia menjelaskan bahwa Lampion yang didominasi warna merah tersebut dinyalakan setiap malam sejak medio pekan ini, hingga 15 hari setelah perayaan Imle atau biasa disebut Cap Go Meh pada 19 Februari 2019 mendatang.

Jalan Karet merupakan kawasan Pecinan yang cukup masyhur di Kota Pekanbaru. Setiap perayaan pergantian tahun baru China, yang tahun ini berlangsung pada 5 Februari mendatang, wilayah itu selalu dipadati ribuan orang.

Tidak hanya masyarakat Tionghoa, namun juga warga Melayu yang mendiami Kota Pekanbaru berbaur bersama di kawasan itu. Mereka berfoto sambil menikmati kemeriahan momen pergantian tahun dengan diterangi ribuan lampion serta atraksi budaya di sepanjang kawasan Pecinan di tengah Kota Pekanbaru itu.

Mariyana yang juga Ketua Ikatan Keluarga Tionghoa Pekanbaru itu mengatakan bahwa lampion dan perayaan Imlek menjadi simbol kebahagiaan semua orang. Untuk itu, agar perayaan Imlek pada 2019 ini lebih meriah dan bahagia, dia mengatakan panitian juga menyiapkan festival kuliner halal.

Sebanyak 39 stand kuliner UMKM siap menyemarakkan dan memanjakan lidah pengunjung kawasan pecinan tersebut. Dia mengatakan festival kuliner akan berlangsung hingga 27 Februari mendatang dan berharap dapat menarik minat masyarakat serta wisatawan.

"Ini dampaknya sangat positif, dapat membantu perekonomian para UMKM tersebut. Malahan yang mendaftar tahun ini justru didominasi oleh warga sekitar, bukan warga Tionghoa sendiri. Kita bangga dan apresiasi dengan antusias ini," tuturnya.

Lebih jauh, dia mengatakan jika perayaan pergantian tahun bari China yang tahun ini jatuh pada Shio Babi Tanah mengambil tema Hidup Harmonis Berkah Melimpah NKRI Damai Rakyat Sejahtera.

"Tujuan utama kita adalah untuk menjalin tali sillaturahim dan mempererat rasa kekeluargaan seluruh umat beragama. Jadi, bukan khusus untuk warga Tionghoa saja, tapi ini terbuka untuk umum. Sebab ini adalah perayaan budaya yang dapat dinikmati semua pengunjung yang datang," paparnya.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99