Jumat, 26 April 2019

Perayaan Imlek di Palu

Oleh: Jallus
Senin, 04 Februari 2019 05:40:00
BAGIKAN:
istimewa.
Imlek.

PALU (MM): Perayaan dan peringatan Tahun Baru Imlek bagi warga ketyurunan Tionghoa di Kota Palu, Sulawesi Tengah akan dilaksanakan secara sederhana, mengingat kondisi pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi menghantam kota tersebut.

"Perayaan Imlek tahun ini akan dilakukan dengan banyak berdoa saja. Tidak ada lagi pakai perayaan seperti adanya Tarian Barongsai, kayak tahun-tahun sebelumnya," ucap salah seorang warga keturunan Tionghoa di Palu, Cik Fang (47), Minggu 3 Februari 2019.

Cik Fang merupakan salah seorang keturunan Tionghoa yang tinggal di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Ia mengemukakan, perayaan Imlek tahun 2019, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini, sebut dia, perayaannya lebih menonjolkan tentang empati, kepedulian warga Tionghoa kepada masyarakat pascabencana yang telah menelan ribuan korban jiwa.

"Makanya, untuk tahun ini kami banyak berdoa saja. Berdoa untuk kebaikan bersama, berharap kita bebas dari bencana, bangsa aman dan sejahtera," katanya.

Warga Tionghoa akan memanjatkan doa dalam perayaan Imlek tahun ini, untuk korban bencana di Sulteng. Selain itu, akan mengumpulkan sumbangan suka rela dari sesama, yang kemudian hasilnya dibagikan kepada yang membutuhkan.

"Sumbangan yang sudah dikumpulkan akan digunakan untuk kegiatan sosial. Misalnya, digunakan untuk membantu anak-anak di panti asuhan dan lain sebagainya termasuk untuk saudara yang menjadi korban bencana," ujarnya.

Sementara itu, Lie Hernawati, warga keturunan Tionghua di Jalan Zebra Palu Selatan, mengatakan, perayaan pergantian Tahun Baru Imlek, harus disambut dengaan rasa syukur dan suka cita. Sebab Imlek didalamnya juga termasuk ajang silahturahmi dengan keluarga dan sesama umat manusia.

"Imlek berarti rasa syukur memasuki tahun baru. Imlek juga menjadi ajang untuk berkumpul dengan keluarga dan kerabat dan bisa berbagi antarkeluarga, kerabat dan sesama manusia," sebut Lie Hernawati.

"Siapa saja warga keturunan Tionghoa menanti moment ini. Karena bisa berkumpul dengan keluarga dan kerabat, tidak melihat latar belakang apapun termasuk agama," kata Lie.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99