Selasa, 16 Januari 2018

Jalur Penerbangan China Melewati Taiwan Ilegal

Oleh: marsot
Selasa, 09 Januari 2018 04:04:00
BAGIKAN:
reuters.
Pesawat China.

TAIPEI (MM): Pemerintah Taiwan menyebut perluasan jalur penerbangan sipil, yang dilakukan China secara sepihak di Selat Taiwan, adalah tindakan tidak bertanggung jawab, yang mengancam keamanan kawasan itu.

China membuka beberapa jalur udara, yang disengketakan, pada minggu lalu, termasuk jalur M503 di utara di Selat Taiwan, tanpa memberi tahu Taiwan, yang dinilai bertentangan kesepakatan pada 2015, saat kedua negara pertama kali membahas jalur penerbangan tersebut.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, setelah bertemu dengan kepala departemen untuk menilai keadaan itu pada Minggu, mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak hanya secara serius memengaruhi keselamatan penerbangan, namun juga merusak keadaan saat ini di selat Taiwan.

"Perubahan sepihak keadaan seperti itu, merusak ketenangan kawasan, bukan sesuatu yang akan dipandang baik oleh masyarakat internasional," kata Tsai dalam pernyataan, Senin 8 Januari 2018.

Tsai meminta Beijing untuk memberikan prioritas untuk memulihkan diskusi teknis mengenai jalur penerbangan.

Dalam pertemuan itu Tsai juga mengatakan bahwa meningkatnya aktivitas militer China di kawasan tersebut mengancam stabilitas keamanan kawasan.

Langkah Beijing datang saat China menekan program modernisasi militer yang mencakup pembangunan kapal induk dan jet tempur siluman untuk memberikan kemampuan proyeksi kekuatan jauh dari daratannya, dan meningkatkan apa yang mereka sebut "patroli pengepungan pulau" di dekat Taiwan.

Pada Kamis, otoritas penerbangan sipil China dalam pernyataan mengumumkan jalur baru mengatakan bahwa pesawat akan mengikuti jalur penerbangan yang diarahkan secara ketat.

"Beberapa tahun terakhir, penerbangan terjadwal untuk wilayah udara pantai Barat di selat tersebut telah meningkat dengan cepat dan penundaan menjadi lebih kritis. Dengan menggunakan rute M503 dan rute yang berdekatan, akan mengurangi tekanan lalu lintas udara yang ada saat ini," katanya.

China menganggap Taiwan sebagai provinsinya dan menghentikan komunikasi resmi dengan pemerintah Taiwan setelah Partai Progresif Demokratik yang berpihak pada Tsai berkuasa pada 2016.

China menduga Tsai ingin mendorong kemerdekaan. Ia mengatakan ingin mempertahankan "status quo" dengan China dan bertekad memastikan perdamaian.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99