Rabu, 13 Desember 2017

China Hindari Kekuatan Militer di Laut China Selatan

Oleh: marsot
Jumat, 17 November 2017 04:24:00
BAGIKAN:
reuters.
Laut China Selatan.

BEIJING (MM): China dan Filipina sepakat menghindari penggunaan kekuatan militer untuk menyelesaikan sengketa wilayah di Laut China Selatan, kata pernyataan bersama kedua negara itu.

Pernyataan tertulis itu disiarkan pada hari terakhir kunjungan Perdana Menteri China Li Keqiang di Manila.

China dan Filipina sejak lama bersengketa soal kepemilikan sebagian wilayah Laut China Selatan. Namun, hubungan kedua negara itu akhir-akhir ini membaik di bawah kepemimpinan Presiden Rodrigo Duterte.

Selain China dan Filipina, sebagian Laut China Selatan juga didaku Malaysia, Brunei, dan Vietnam. Di antara kelimanya, Beijing mengklaim hampir semua perairan tersebut, yang menjadi salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.

Beijing juga secara agresif membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan di wilayah sengketa.

Pernyataan bersama pada Kamis menyebutkan bahwa China dan Filipina menegaskan pentingnya perdamaian di Laut China Selatan serta kebebasan pelayaran dan penerbangan di wilayah yang sama.

Kekerasan atau ancaman penggunakan kekerasan tidak boleh dilakukan, sementara sengketa harus diselesaikan melalui perundingan di antara "negara-negara yang terlibat", kata pernyataan bersama tersebut, Kamis 16 November 2017.

"Kedua pihak menyakini bahwa sengketa maritim ini tidak mencerminkan hubungan keseluruhan antara China dan Filipina," kata pernyataan tersebut.

Sementara itu, secara terpisah, Duterte mencatat akan "semakin membaiknya hubungan antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Beijing" di Laut China Selatan.

"Dalam hubungannya dengan momentum positif ini, kami berharap bisa mengumumkan dimulainya perundingan substansi mengenai Pedoman Tata Laku (Code of Conduct--COC) dengan China," kata Duterte.

Perundingan COC itu diperkirakan terjadi pada awal 2018 di Vietnam saat perwakilan ASEAN dengan China bertemu.

COC sendiri adalah seperangkat peraturan yang menjadi panduan bagaimana tata laku di perairan sengketa untuk menghindari kecelakaan dan insiden yang meningkatkan eskalasi ketegangan.

Duterte juga mengatakan bahwa ASEAN dan China sudah berhasil menguji coba sambungan cepat antar kementerian luar negeri untuk menangani insiden darurat di wilayah sengketa.

"Dalam pandangan kami, itu adalah kebijakan praktis, yang bisa menurunkan ketegangan, menurunkan ancaman kecelakaan dan kesalah-pahaman," kata dia.
 

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99