Jumat, 17 Agustus 2018

Bendungan di Laos Runtuh, 19 Orang Meninggal Dunia

Oleh: Jallus
Kamis, 26 Juli 2018 04:25:00
BAGIKAN:
reuters.
Bendungan runtuh di Laos.

BANGKOK (MM): Sembilan belas orang dinyatakan meninggal dan lebih dari 3.000 lainnya perlu diselamatkan setelah sebuah bendungan runtuh di wilayah terpencil Laos, demikian media lokal melaporkan.

Mengutip gubernur Distrik Bounhom Phommasane,The Vientiane Times melaporkan sekitar 19 orang telah "ditemukan meninggal", serta lebih dari 3.000 "memerlukan pertolongan" dan 2.851 berhasil diselamatkan.

Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintah, yang menolak jati dirinya disebutkan karena tak mempunyai kewenangan untuk berbicara kepada media, mengatakan puluhan orang dikhawatirkan meninggal setelah bendungan tenaga air yang sedang dibangun itu runtuh, Senin.

"Kami akan melanjutkan usaha-usaha pertolongan hari ini tetapi sangat sulit. Kondisi sangat sulit. Puluhan orang meninggal. Jumlahnya bisa lebih tinggi," kata pejabat yang berkedudukan di Vientiane kepada Reuters melalui telepon.

Sebuah laporan PBB mengenai bencana itu menyebutkan jumlah korban tewas mencapai lima orang, 34 orang hilang, 1.494 orang dievakuasi, dan 11.777 orang warga di 357 desa terpapar.

Dalam bencana itu, sebanyak 20 rumah hancur dan lebih dari 223 rumah dan 14 jembatan rusak diterjang banjir.

Ratusan orang dikabarkan hilang setelah dinding-dinding air menyapu desa-desa mereka dan para penolong pada Rabu melanjutkan upaya pencarian korban yang selamat, kata seorang pejabat pemerintah.

Media negara menunjukkan foto desa-desa, sebagian anak-anak, yang berada di atap-atap rumah yang terendam air. Yang lain menunjukkan para warga desa berusaha menaiki perahu-perahu kayu di Provinsi Attapeu, di bagian paling selatan Laos.

Karena lokasi kawasan itu terpencil, operasi pertolongan dapat terganggu, kata para pakar.

Laos, salah satu negara komunis yang masih ada di dunia dan termasuk miskin di Asia, memiliki ambisi membangun bendungan untuk menjadikan dirinya "batere Asia".

Pemerintahnya bergantung pada hampir semua pada pengembang dari luar negeri untuk membangun portofolia bendungan-bendungan yang direncanakan berdasarkan konsesi komersial ke tetangga-tetangganya yang lebih maju termasuk Thailand yang sangat butuh energi.

Kelompok-kelompok lingkungan hidup telah berulang kali memperingatkan biaya yang diakibatkan dari pembangunan bendungan itu terhadap manusia dan lingkungan, termasuk kerusakan pada ekosistem sungai-sungai di kawasan itu.

Tahun lalu bendungan pembangkit tenaga air Nam Ao berkapasitas 15 Megawatt runtuh di Provinsi Xieng Khuong, di bagian utara Laos, menyebabkan banjir bandang yang merusak harta benda dan mengancam kehidupan.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99