Sabtu, 20 Oktober 2018
  • Home
  • Travelling
  • Pelindo III Ajak Kapal Pesiar Hong Kong Sandar di Indonesia

Pelindo III Ajak Kapal Pesiar Hong Kong Sandar di Indonesia

Oleh: Jallus
Jumat, 12 Oktober 2018 04:51:00
BAGIKAN:
istimewa.
Kapal pesiar.

SURABAYA (MM): Pelindo III mengajak operator kapal pesiar internasional, Genting Hong Kong, untuk sering menyadarkan kapal pesiar atau "cruise"-nya Genting Dream di Indonesia, dengan mengembangkan rute Singapura-Surabaya-Celukan Bawang dan Benoa, Bali.

Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, dalam keterangan persnya di Surabaya, Jawa Timur, mengatakan kerja sama dengan Hong Kong ini sebagai komitmen mendukung target Pemerintah mencapai 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2018.

"Salah satunya kami selalu proaktif berpromosi ke sejumlah operator 'cruise' agar meningkatkan 'cruise call' (intensitas kunjungan kapal) dan juga membuka rute baru ke pelabuhan-pelabuhan lainnya yang menjadi gerbang laut bagi berbagai destinasi wisata di sekitarnya," katanya.

Ia mengatakan, kapal Genting Dream sebelumnya juga telah sandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Celukan Bawang Bali, serta menjadi salah satu "cruise" terbesar yang pernah sandar di pelabuhan Indonesia.

Pelindo III, kata dia, juga akan selalu melakukan berbagai terobosan layanan agar operator internasional mau memastikan kunjungan hingga enam bulan sebelum kedatangan kapal, yakni dengan memberikan prioritas sandar.

Selain itu juga siap memberikan bantuan untuk menjamin kelancaran embarkasi dan debarkasi penumpang hingga pendampingan pengurusan perizinan ke pemerintah setempat dan instansi terkait.

Pelindo III secara internal, kini juga terus memperbarui fasilitas sandar di terminal Pelabuhan Celukan Bawang untuk melayani "cruise" dengan panjang kapal (LOA/length overall) mencapai 342 meter, lebar 46,6 meter, dan kedalaman hingga 9,2 meter.

"Ini kami lakukan agar dapat bersaing dengan pelabuhan 'cruise' lain pada industri pariwisata global, sehingga kami terus meningkatkan fasilitas pelabuhan agar dapat disandari 'cruise' yang berkapasitas lebih dari 4.000 penumpang dan kru kapal," katanya.

Semakin besar "cruise' yang bisa sandar, lanjut dia, maka semakin banyak turis asing yang datang dan diharapkan dapat mendorong peningkatan industri wisata di Bali utara.

Corporate Secretary Pelindo III, Faruq Hidayat, mengatakan tren ukuran "cruise" di masa depan akan semakin besar. Salah satunya untuk mengakomodir pertumbuhan pasar wisata kapal pesiar di Asia yang berkembang pesat.

Diproyeksikan pada tahun 2019 hingga 2021, kata dia, akan mulai diluncurkan "global-class ships" dari galangan kapal di Jerman, yang berkapasitas sekitar 5.000 penumpang.

"Indonesia tidak ketinggalan momentum, karena Pelindo III tengah membangun Terminal Gilimas di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, NTB. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter, lebar 26 meter, dan kedalaman kolam pelabuhan yang mencapai -14 meter LWS (low water spring/rata-rata permukaan air) dengan nilai investasi mencapai Rp 1,3 triliun," katanya.

Kesiapan Terminal Gilimas tersebut untuk mengakomodir sandarnya "mega-ship" dan berpotensi mendorong peningkatan industri pariwisata nasional.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99