Kamis, 16 Agustus 2018

Indonesia Promosi Wisata di Korea Selatan

Oleh: marsot
Sabtu, 02 Juni 2018 05:53:00
BAGIKAN:
istimewa.
Danau Toba.

JAKARTA (MM): Ajang "Wonderful Indonesia Sales Mission 2018" digelar Kementerian Pariwisata di dua kota besar di Korea Selatan yakni Busan dan Seoul pada 4-5 Juni 2018.

Deputi Bidang Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya di Jakarta, mengatakan melalui ajang tersebut diharapkan mampu menjaring lebih banyak wisatawan dari Negeri Ginseng itu ke Indonesia.

"Ini salah satu upaya kami untuk mengoptimalkan pasar Korea Selatan yang selama ini dianggap memiliki potensi yang besar sebagai kantong wisman ke Indonesia," katanya, Jumat 1 Juni 2018.

Selama ini Korea Selatan merupakan salah satu negara yang masih menyimpan potensi pergerakan wisatawan mancanegara (wisman) yang besar untuk bisa dijaring lebih banyak ke Indonesia.

Pada 2017 misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 378.769 wisman asal Korsel berkunjung ke Tanah Air.

"Untuk tahun ini target kunjungan wisman Korea ke Indonesia dinaikkan menjadi 430.000 orang sampai tutup tahun," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk terus mempromosikan pariwisata Indonesia kepada masyarakat di negara itu.

Kemenpar melibatkan para pelaku industri pariwisata termasuk di antaranya dari Bali, Manado, Jakarta, dan Kepulauan Riau, sebagai destinasi wisata yang selama ini difavoritkan wisman Korsel.

Nia menambakan, delegasi dalam "Sales Mission" akan berinteraksi dengan 50 "buyers" potensial asal Korea Selatan yang diundang dalam acara itu dimana mereka merupakan para pelaku industri pariwisata lokal di Busan dan Seoul.

"Sales Mission" sekaligus mengundang maskapai pelat merah Garuda Indonesia untuk turut berpartisipasi.

Sementara delegasi Indonesia dalam "Sales Mission" akan dipimpin okeh Kepala Bidang Area II Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional II untuk Korea Selatan Ika Kusuma Permana Sari.

Acara tersebut serangkai "back to back" dengan Hanatour International Travel Show, Seoul 7-10 Juni 2018 sehingga diharapkan menjadi momentum yang baik untuk semakin mempromosikan pariwisata Indonesia kepada publik yang lebih luas di negara itu.

Target 20 Juta Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan jumlah wisman dari 9,5 juta pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Indonesia telah memberikan bebas visa kunjungan singkat (BVKS) kepada 169 negara, termasuk Korea Selatan.

Tercatat Indonesia telah menutup 2017 dengan menempatkan pertumbuhan jumlah wisman yang fantastis yakni sampai November 2017, pertumbuhan wisman ke Indonesia tercatat sebesar 24 persen atau jauh lebih tinggi dari regional ASEAN yang tumbuh tujuh persen dan dunia 6,4 persen.

Pencapaian tersebut membuat Indonesia optimistis dan lebih gencar menjalankan strategi-strategi untuk meningkatkan kinerja pariwisatanya pada 2018, demi tercapainya target 20 juta wisman pada 2019.

Sebagai salah satu strategi utama, Menteri Pariwisata menetapkan 2018 sebagai "Visit Wonderful Indonesia Year 2018" (ViWI 2018) dengan menetapkan 18 destinasi unggulan yang telah memenuhi syarat 3A (accessibility, amenities, dan attraction) yaitu Danau Toba, Padang, Palembang, Kepulauan Riau, Belitung, Jakarta, Bandung, Joglosemar, Surabaya-Bromo-Tengger, Jember-Banyuwangi, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Balikpapan, Makassar, Wakatobi, Manado-Bunaken, dan Raja Ampat.

ViWI 2018 dilakukan untuk mendorong percepatan bisnis di sektor pariwisata yang momentumnya terjadi karena masifnya "branding Wonderful" Indonesia di luar negeri, sehingga pemerintah dan industri harus menangkap kesempatan ini dengan kolaborasi seluruh "stakeholder" pariwisata.

Dari program ViWI 2018 ini diharapkan akan memberikan kontribusi sebesar 15 persen dari target nasional tercapainya 17 juta wisman pada 2018.

Strategi turunan dari ViWI 2018 yaitu "Hot Deal: More for Less" (paket bundling dengan komponen transportasi di sektor domestik); "Color of Indonesia: Events & Festival" (paket dengan komponen event), dan "Digital Destination" (paket dengan experience based product).

Salah satu yang menjadi fokus pada 2018 adalah dirilisnya "100 Wonderful Event" yang di dalamnya mengampu hajatan besar Indonesia pada 2018 yaitu "Annual Meeting IMF-WB" dan Asian Games.

Kedua kegiatan berskala internasional tersebut diprediksi akan mendatangkan lebih dari 30.000 kunjungan wisman ke Indonesia.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99