Jumat, 16 November 2018
  • Home
  • Travelling
  • Indonesia Akan Gunakan Rekomendasi OECD untuk Perencanaan Pariwisata

Indonesia Akan Gunakan Rekomendasi OECD untuk Perencanaan Pariwisata

Oleh: Jallus
Senin, 15 Oktober 2018 04:17:00
BAGIKAN:
istimewa.
Candi Prambanan.

NUSA DUA (MM): Indonesia akan menggunakan rekomendasi pengembangan pariwisata dari OECD (Organization for Economic Cooperation Development) sebagai salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya di Nusa Dua, Bali, mengatakan rekomendasi dalam bentuk survei ekonomi OECD 2018 untuk Indonesia akan menjadi salah satu bahan rujukan dalam menyusun kebijakan di bidang pariwisata.

"Iya karena program itu melengkapi rekomendasi yang dari UNWTO," kata Nia Niscaya, Minggu 14 Oktober 2018.

Pihaknya telah bertemu dengan OECD dalam OECD Secretary General Meeting di Octopus Ristorante, Ayodya Hotel, Nusa Dua, Bali, di sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018.

Pada kesempatan itu, OECD kepada Indonesia sempat mengingatkan terkait pentingnya pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.

"Kita walaupun bukan member namun akan aktif dalam 'tourism committee' dalam rangka melaksanakan program 'sustainable develpoment on tourism', jadi ini sejalan," katanya.

Organisasi itu sendiri menilai pariwisata Indonesia tumbuh sangat positif di tengah tekanan perekonomian global.

Namun OECD mengingatkan jika pariwisata dibangun tak berkelanjutan bisa punah seketika.

"Diingatkan untuk menjaganya karena kalau tidak 'sustain' bakal hilang semuanya dan OECD memberikan 'benchmarking sustainable development' di Meksiko," katanya.

Kemenpar sendiri menyambut baik rekomendasi dari OECD karena sejalan dengan fokus pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.

"Kami menyambut baik karena ini sejalan bahwa 'sustainability' penting," katanya.

Ia menambahkan, keseimbangan antara pelestarian dan pemanfaatan alam untuk pariwisata harus seimbang.

"Keduanya harus seimbang antara pelestarian dan pemanfaatan, selalu kami tekankan bahwa semakin dilestarikan akan semakin menyejahterakan," katanya.

Dalam survei ekonomi OECD Indonesia 2018 disebutkan salah satunya terkait pertumbuhan pariwisata di Indonesia yang sangat baik dan dapat mendorong pembangunan daerah.

OECD mencatat jumlah kunjungan turis per tahun meningkat hampir tiga kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Organisasi tersebut merekomendasikan pengembangan sektor pariwisata yang lebih kuat dan berkelanjutan dengan memasukkan infrastruktur dalam rencana pengelolaan tempat tujuan wisata guna memastikan terlaksananya pengembangan pariwisata berkelanjutan.

OECD juga merekomendasikan agar dilakukan lebih banyak pelatihan kejuruan dan pelatihan di tempat kerja untuk membangun keterampilan angkatan kerja yang terkait pariwisata, lebih menekankan target berbasis pendapatan untuk pariwisata dalam rencana ke depan, dan meningkatkan cakupan kawasan lindung dan pertimbangan untuk membuka lebih banyak kawasan lindung untuk pariwisata.

Namun dengan pengendalian pengunjung termasuk aturan jumlah pengunjung dan biaya retribusi.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99