Rabu, 15 Agustus 2018

Evakuasi Wisatawan Asing dari Lombok

Oleh: marsot
Rabu, 08 Agustus 2018 03:56:00
BAGIKAN:
istimewa.
Wisatawan asing dari Lombok.

NUSA DUA (MM): Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menegaskan bahwa seluruh wisatawan asing sudah dievakuasi oleh pemerintah setempat dan beberapa pihak sejak terjadi Gempa Lombok, NTB pada Minggu (5/8) hingga kini (7/8).

"Hari ini (7/8), proses evakuasi sejumlah wisatawan asing di Pulau Lombok telah selesai dilakukan oleh pihak terkait," kata Menlu disela-sela pertemuan "Bali Process Ministerial Conference" ke-7 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa 7 Augustus 2018.

Dalam pertemuan "Bali Process" pada 6-7 itu, Menlu Retno menjelaskan proses dari evakuasi korban terdampak gempa, terutama evakuasi wisatawan asing ke tempat yang lebih aman sudah selesai dilakukan.

"Dari sejumlah wisatawan asing yang berhasil dievakuasi itu, kami tidak mendapat laporan bahwa ada dari wisatawan asing itu yang menjadi korban dalam tragedi gempa tersebut. Mereka dievakuasi dan dibawa menuju Pulau Bali," katanya.

Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan.

Untuk WNA dan WNI yang membutuhkan informasi dan pertolongan akibat musibah gempa di Lombok itu, Menlu mengimbau agar mereka menghubungi "call center" pada laman/website Kemenlu.

Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala Richter pada Minggu (5/8) itu mengguncang NTB dengan pusat gempa sekitar 18 kilometer di sebelah barat-laut Kabupaten Lombok Timur dan 15 kilometer di bawah tanah.

Bali Process

Dalam pertemuan "Bali Process" yang menempatkan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Australia, Julie Bishop, menjadi co-chairs itu, Menlu Retno melakukan serangkaian pertemuan bilateral, diantaranya bertemu dengan David Harland, Direktur Eksekutif Center for Humanitarian Dialogue.

Pertemuan ini membahas berbagai usulan kerja sama dalam membangun perdamaian. Menlu Retno menegaskan komitmen Indonesia untuk selalu menjadi bagian dari solusi global membangun perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan.

Pertemuan bilateral selanjutnya, Menlu Retno menerima Menlu Sri Lanka, Tilak Marapama bersama delegasi untuk membahas tindak lanjut kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sri Lanka pada awal tahun ini. Menlu Retno juga mendorong segera disepakatinya Free Trade Agreement (FTA) Indonesia - Sri Lanka guna meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan bilateral.

Menlu Retno meyakinkan minat dan kesiapan BUMN Indonesia, khususnya PT. INKA dan WIKA, untuk turut membangun Sri Lanka. Menlu Retno juga menyampaikan kegembiraannya mendengar rencana Sri Lanka untuk mengirimkan kontingen ke Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang.

Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Dalam Negeri Myanmar, Letnan Jenderal Kyaw Swe, Menlu Retno menyampaikan bahwa situasi di Rakhine State dan pengungsi di Cox Bazaar menjadi perhatian utama Indonesia. Indonesia mendorong peningkatan komunikasi serta rasa saling percaya antara Myanmar dan Bangladesh terkait repatriasi pengungsi Rakhine State.

Agenda bilateral Menlu Retno dalam BPMC ke-7 berlanjut dengan pertemuan bersama Menteri Keiimigrasian Selandia Baru, Lees-Galloway. Menlu Retno menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Selandia Baru dalam mekanisme Bali Process untuk mengatasi Tindak Pidanan Perdagangan Orang (TPPO).

Pada pertemuan bilateral berikutnya, Menlu Retno menerima Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Rimbink Pato. Bersama Menlu Pato, Menlu Retno mendiskusikan kerja sama di perbatasan, kerja sama antar BUMN Indonesia dan Papua Nugini serta kerja sama di bidang sosial budaya serta pembangunan kapasitas.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99