Sabtu, 23 Februari 2019

Unjuk Rasa di Thailand

Oleh: marsot
Minggu, 20 Januari 2019 04:59:00
BAGIKAN:
reuters.
Demo di Thailand.

BANGKOK (MM): Kelompok-kelompok yang bersaing mengadakan unjuk rasa di Bangkok, ibu kota Thailand, pada Sabtu, dengan ratusan orang menuntut pemilihan umum segera diadakan untuk mengakhiri pemerintahan militer.

Sebaliknya kelompok yang lebih kecil pendukung pro-junta mengatakan terlalu pagi untuk menyelenggarakan pemungutan suara.

Aksi-aksi unjuk rasa yang saling bersaing itu relatif kecil dilihat dari jumlah pesertanya jika dibandingkan dengan demonstrasi-demonstrasi yang melumpuhkan Bangkok pada 2014 sebelum tentara merebut kekuasaan untuk mengakhiri ketakstabilan, tetapi merupakan indikasi dari ketegangan menjelang pemilihan yang beberapa kali ditangguhkan.

Sejauh ini belum ditetapkan kapan pemilihan akan diadakan. Semula penguasa menjanjikan pemungutan suara berlangsung pada 2015 dan yang terbaru ditunda dari 24 Februari. Ratusan orang berdemonstrasi dan menyerukan pemilihan pada 10 Maret.

"Kami menyerukan pemilihan-pemilihan sesegera mungkin," kata pegiat Sirawith Seritiwa kepada kerumunan massa.

Junta mengatakan penangguhan pemilihan paling terbaru dikarenakan berbagai kesulitan untuk menjadwalnya lagi bersamaan dengan rencana penobatan Raja Maha Vajiralongkorn pada awal Mei - walau dikatakan pihaknya masih menginginkan pemungutan suara diadakan sebelum upacara-upacara tersebut.

Komisi Pemilihan Thailand telah memberikan waktu pada 10 Maret atau 24 Maret yang tanggal yang mungkin untuk pemilihan. Tetapi belum ada tanggal yang ditetapkan dan keputusan kerajaan harus dikeluarkan sebelum pemilihan terlaksana.

Sekitar 1 km dari demonstrasi yang menyerukan pemilihan, diperkirakan 30 orang dari kelompok pendukung junta berkumpul dengan membawa tulisan-tulisan di Monumen Demokrasi. Mereka mengatakan tidak menentang pemilihan, tetapi persatuan nasional harus didahulukan.

"Kita tunggi pemilihan," kata Jathurun Bunbenjara, ketua kelompok itu, kepada wartawan. "Kami tidak setuju dengan protes-protes yang menimbulkan kerusuhan... kami ingin lihat rakyat Thailand datang bersama dan menyelenggarakan penobatan besar dan menguntungkan." Thailand sudah lama mengalami perpecahan politik yang membagi dua kubu: kelompok konservatif pro-militer dan mereka yang setia kepada kerajaan serta kelompok populis "kemeja merah" terkait dengan mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra yang mengasingkan diri. Dia menang dalam tiap pemilihan sejak 2001.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99