Jumat, 20 April 2018
  • Home
  • Politik
  • Tangan Kanan Aung San Suu Kyi Jadi Presiden Myanmar

Tangan Kanan Aung San Suu Kyi Jadi Presiden Myanmar

Oleh: alex
Kamis, 29 Maret 2018 04:13:00
BAGIKAN:
reuters.
Htin Kyaw, Presiden Myanmar yang mundur.

NAYPYITAW (MM): Parlemen Myanmar pada Rabu memilih sekutu dekat pemimpin "de fakto" Aung San Suu Kyi sebagai presiden baru negara itu, langkah yang tampaknya tidak mempengaruhi keseimbangan kekuasaan di negara yang tentaranya telah mempertahankan peran politik besar.

Win Myint, yang seminggu lalu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua majelis rendah, dipilih oleh kedua majelis parlemen di mana partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Suu Kyi memegang suara mayoritas.

Presiden yang mengundurkan diri, Htin Kyaw, yang juga dekat dengan Suu Kyi, pensiun "untuk beristirahat dari tugas dan tanggung jawab saat ini" di tengah penurunan berat badannya yang tampak dan spekulasi atas kesehatannya.

Pemilihan Win Myint yang berusia 66 tahun, yang merupakan anggota NLD senior, tampaknya mengartikan kelanjutan dominasi Suu Kyi atas pemerintahan eksekutif dan sedikit perubahan pada haluan yang diambil oleh pemerintahannya yang berjalan hampir dua tahun, menurut anggota parlemen dan para pengamat.

Win Myint memenangkan pemilihan umum dengan 403 suara dari 636 suara anggota parlemen. Ketua parlemen tidak mengatakan kapan Win Myint akan dilantik, meskipun upacara itu diperkirakan akan berlangsung pada Kamis.

"Tidak akan ada perubahan kebijakan. Kebijakan akan berlanjut sama seperti sebelumnya di bawah mantan presiden," kata Kyaw Tote, seorang anggota parlemen dari NLD.

Presiden adalah kepala negara dan pemerintahan di Myanmar, dan di bawah konstitusi memiliki kekuatan yang jauh jangkauannya.

Namun, peran Htin Kyaw lebih bersifat seremonial karena Suu Kyi telah menjadi pemimpin "de fakto" Myanmar sejak April 2016.

Para politisi dan pengamat memperkirakan pengaturan tersebut berlanjut di bawah Win Myint.

Sebuah konstitusi disusun oleh mantan junta yang mencegah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Suu Kyi dari jabatan tertinggi sehingga dia memilih Htin Kyaw, sekutu dekatnya, untuk menjadi presiden setelah kemenangan besar pada pemilihan umum bersejarah 2015.

Hak istimewa itu juga mencadangkan seperempat kursi di parlemen dan beberapa pos kabinet utama, termasuk urusan pertahanan, dalam negeri, dan perbatasan, yang memberikan larangan yang efektif atas perubahan konstitusi dan kontrol urusan keamanan.

Presiden baru tersebut berada dalam lingkup dekat dari penasihat terpercaya Suu Kyi. Para pengamat percaya bahwa kesetiaan dan kepercayaan itulah yang mendorongnya untuk menunjuknya sebagai pengganti Htin Kyaw.

Dia termasuk di antara sejumlah anggota NLD, termasuk Suu Kyi, yang terpilih menjadi anggota parlemen pada pemilu 2012, saat negara itu memulai transisi dramatis dari hampir 50 tahun kekuasaan militer.

"Dia pandai dalam hal pembuatan undang-undang dan pemerintahan dan saya menganggap itu hal yang baik," kata perwakilan majelis tinggi NLD Nwe Nwe Aung.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99