Rabu, 17 Oktober 2018
  • Home
  • Politik
  • Putri Pemimpin Oposisi Kamboja Kirim Pesan

Putri Pemimpin Oposisi Kamboja Kirim Pesan

Oleh: marsot
Selasa, 31 Juli 2018 04:30:00
BAGIKAN:
reuters.
Pemilu di Kamboja.

JAKARTA (MM): Putri pemimpin partai oposisi Kamboja Kem Sokha mengirimkan pesan kepada rakyat dan pendukungnya di Kamboja melalui jumpa pers di Jakarta.

"Saya berterima kasih kepada yang mengambil risiko memboikot pemilihan umum kemarin, karena Anda mungkin sudah tahu bahwa banyak ancaman, tekanan dan pengejaran, yang akan mereka dapatkan setelah boikot kemarin," kata Monovithya Kem, putri Kem Sokha, Senin 30 Juli 2018.

Monovithya Kem melarikan diri ke Jakarta bersama Wakil Presiden Partai Penyelamatan Bangsa Kamboja (CNRP) Mu Sochua karena khawatir diburu dan ditangkap pemerintah Hun Sen seusai menyerukan boikot pemilihan umum Kamboja pada 29 Juli 2018.

Menurut Mu Sochua, mereka lari ke Jakarta karena merasa yakin pada demokrasi Indonesia dan dukungan pemerintah Indonesia kepada rakyat Kamboja, yang ditunjukkan Indonesia dengan menjadi ketua bersama Perjanjian Perdamaian Paris pada 1991.

Perjanjian diketuai Indonesia bersama Prancis tersebut berhasil mengkahir perang berkepanjangan dan pemunahan oleh Khmer Merah di Kamboja pada 1970-an.

CNRP menilai pemilihan umum itu, yang diselenggarakan Komite Nasional Pemilihan Umum (NEC) Kamboja, tidak dapat diterima karena Perdana Menteri Hun Sen kembali mencalonkan diri setelah tiga dasawarsa berkuasa.

Partai oposisi menilai pemerintah Hun Sen semakin menunjukkan kesewenang-wenangan selama beberapa tahun belakangan. Puncaknya, pada 2013, puluhan pegiat politik dan pembela hak asasi manusia ditahan.

"Kami menyerukan boikot karena menjadi ketidakpedulian untuk mengikuti pemilihan umum semacam itu," kata dia.

Amnesty Internasional melaporkan bahwa pada saat ini, 27 pembela hak asasi dan pegiat politik ditahan, sementara ratusan orang menjadi sasaran pemidanaan, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membungkam tentangan, meskipun dilakukan secara damai.

Dalam bahasa Kamboja, yang kemudian ia terjemahkan dalam bahasa Inggris, Monovithya pun berterima kasih atas keberanian dan dukungan, yang mengalir kepada perjuangan mereka.

"Saya sampaikan kepada mereka bahwa keberanian dan dukungan terus-menerus mereka bagi perjuangan ini memperkuat kami untuk terus maju," kata dia.

"Saya berterima kasih dan bersyukur atas semua upaya mereka, yang dalam banyak hal mengambil risiko jauh lebih besar daripada kami," kata putri sulung Kem Sokha, yang juga menjabat wakil direktur Hubungan Luar Negeri CNRP.

Di lain pihak, Partai Rakyat Kamboja (CPP), yang berkuasa, pimpinan Perdana Menteri Hun Sen dan NEC menyatakan menang dalam pemilihan umum itu dengan meraih lebih dari 70 persen suara.

NEC juga mengumumkan bahwa lebih dari 6,6 juta orang atau 82,2 persen rakyat Kamboja mengikuti pemilihan umum pada Minggu itu.

Meskipun demikian, CNRP menganggap pemilihan umum tersebut tidak sah dan menyeru masyarakat internasional menolak hasilnya, yang dinilai sepihak dan dilangsungkan di tengah berbagai pelanggaran hak asasi serta demokrasi di Kamboja.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99