Selasa, 19 Juni 2018
  • Home
  • Politik
  • Presiden Korea Selatan Sanjung Donald Trump

Presiden Korea Selatan Sanjung Donald Trump

Oleh: Jallus
Kamis, 11 Januari 2018 05:04:00
BAGIKAN:
cnbc.
Donald Trump.

SEOUL (MM): Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyanjung Presiden Amerika Serikat Donald Trump karena membantu terwujudnya perundingan antara pemerintahan Seoul dengan Pyongyang yang sempat terhenti selama dua tahun terakhir.

Kedua negara Korea menggelar perundingan pada Selasa di zona demiliterisasi, yang memisahkan mereka sejak 1953.

Namun di sisi lain, Moon juga mengancam Korea Utara akan sanksi yang lebih berat jika terus melakukan provokasi dengan melakukan uji coba nuklir dan peluru kendali, sebagaimana terjadi sepanjang tahun lalu.

Akibat uji coba tersebut, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan serangkaian sanksi, termasuk membatasi impor Korea Utara terhadap produk minyak jadi. Pyongyang sempat menyebutnya sebagai "tindakan perang." Namun sanksi internasional membuat Pyongyang sepakat berunding dengan Seoul pada Selasa untuk membentuk ulang konsultasi militer yang mencegah konflik langsung.

"Menurut saya, Presiden Trump berjasa besar dalam terlaksananya perundingan antar-Korea ini. Saya ingin menyampaikan terimakasih," kata Moon dalam konferensi pers, Rabu 10 Januari 2018.

"Perundingan ini bisa jadi merupakan hasil dari sanksi dan tekanan Amerika Serikat," kata dia.

Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sempat saling melempar ancaman dan hinaan sepanjang tahun lalu. Banyak negara khawatir akan potensi konflik menngingat Korea Utara dan Amerika Serikat pernah berperang pada 1950-53, yang berakhir tanpa perjanjian damai.

"Perundingan awal ini bertujuan untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara. Sementara dalam jangka panjang, kami ingin berunding dengan mereka mengenai masalah denuklirisasi," kata Moon.

Moon mengaku siap bertemu dengan pemimpin Korea Utara untuk memperbaiki hubungan bilateral, jika ada "jaminan tercapainya tujuan tertentu." Namun demikian, Pyongyang menegaskan bahwa mereka tidak akan merundingkan masalah nuklir dengan Seoul, mengingat persenjataan itu hanya akan digunakan untuk menyerang Amerika Serikat--bukan "saudara-saudara" mereka di Korea Selatan, ataupun Rusia dan China.

Sikap ini juga ditulis dalam surat kabar Korea Utara, Rodong Sinmun, yang mengatakan bahwa semua persoalan akan mudah diselesaikan oleh sesama Korea tanpa keterlibatan Amerika Serikat.

"Jika Utara dan Selatan mengabaikan tekanan eksternal dan bekerja sama, maka kita akan bisa menyelesaikan semua persoalan demi memenuhi kebutuhan rakyat," tulis Rodong Sinmun.

Sementara itu Washington menyambut baik perundingan di Semenanjung Korea dan menyebutnya sebagai langkah pertama mengatasi krisis nuklir. Mereka juga mengaku tertarik bergabung dengan negosiasi yang sama di masa depan dengan tujuan menghabisi nuklir Pyongyang.

Amerika Serikat saat ini masih mempunyai 28.500 tentara di Korea Selatan untuk bersiaga. Mereka, bersama Kanada, juga akan menjadi tuan rumah pertemuan 20 menteri luar negeri untuk membahas persoalan nuklir Korea tanpa partisipasi dari China, sekutu terbesar Pyongyang.

China menentang pertemuan itu.

"Pertemuan itu hanya menciptakan perpecahan dalam komunitas internasional sehingga menghambat penyelesaian nuklir Semenanjung Korea," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99