Selasa, 25 September 2018
  • Home
  • Politik
  • PSI Dukung Kebijakan Dubes Indonesia di Malaysia

PSI Dukung Kebijakan Dubes Indonesia di Malaysia

Oleh: marsot
Rabu, 27 Juni 2018 06:15:00
BAGIKAN:
istimewa.
Grace Natalie, Ketua Umum PSI.

JAKARTA (MM): Partai Solidaritas Indonesia mendukung kebijakan Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana yang fokus dalam memberikan perlindungan dan pendidikan bagi anak Warga Negara Indonesia di Malaysia.

Siaran pers yang diterima di Jakarta, menyebutkan bahwa dalam kunjungan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, delegasi PSI yang dipimpin Ketua Umum DPP PSI Grace Natalie dan Sekjen PSI Raja Juli Antoni, bertemu Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdi Kirana.

Mereka berbincang terkait dengan perlindungan dan pendidikan WNI di Malaysia. Duta Besar Rusdi Kirana bekerja untuk meningkatkan perlindungan untuk WNI di Malaysia.

Pihak Kedubes kini melakukan terobosan membangun "community learning center" Indonesia di Malaysia untuk anak-anak WNI yang lahir di Malaysia.

"Kedubes Indonesia di Kuala Lumpur buka 24 jam untuk memberikan pelayanan pada WNI di sini. Sejak awal kami yang ada di kedubes menekankan untuk bertindak sebagai pelayan bagi WNI di sini, bukan diplomat di luar negeri," kata Rusdi Kirana saat menjawab soal pelayanan Kedubes Indonesia di Malaysia, Selasa 25 Juni 2018.

KBRI, lanjut dia, juga membangun sekolah-sekolah Indonesia untuk anak-anak WNI di tempat itu yang dahulu datang secara tidak resmi, mereka yang kerja di ladang-ladang dan perkebunan.

"Karena saya lihat masa depan anak-anak ini perlu diberikan dua akses. Pertama, perlindungan politik dengan memberikan surat, seperti akta lahir hingga paspor. Kedua, memberikan akses pendidikan. Sekolah ini gratis, kami datangkan guru-gurunya dari Indonesia. Hingga kini ada 53 sekolah yang kami bangun," kata dia.

Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan salah satu misi pertemuan PSI dengan partai-partai politik dan pejabat di Malaysia adalah untuk menyampaikan pesan yang sama.

"Anak-anak Indonesia, terutama yang lahir dari pasangan orang tua yang tidak memiliki dokumen lengkap terperangkap dalam ketidakjelasan masa depan, terutama karena mereka tidak memiliki akses pendidikan," kata dia.

Menurut Grace, pada Rabu (27/6) dan lusa rombongan PSI akan bertemu Menteri Pendidikan Malaysia. PSI juga akan menemui Menteri Besar Selangor.

"Masalah ini akan kami sampaikan secara diplomatik kepada mereka. Semoga ada hasilnya," katanya.

Pertemuan sambil makan siang itu juga dihadiri Yusron Ambari dan Agung Cahaya Sumirat (Konsuler Kedubes RI di KL), Tsamara Amany Alatas (Ketua DPP PSI, Caleg PSI Dapil Jakarta II), Dini Purwono (Jubir PSI, Caleg PSI Dapil Jateng I), M. Guntur Romli (Jubir PSI, Caleg PSI Dapil Jatim III), Dara A. Kesuma Nasution (Public Relations PSI, Caleg Dapil Sumut III).

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99