Rabu, 15 Agustus 2018

Myanmar Sudah Lakukan Reformasi

Oleh: marsot
Kamis, 09 Agustus 2018 03:47:00
BAGIKAN:
reuters.
Aung San Suu Kyi.

JAKARTA (MM): Pemerintah Myanmar mengklaim telah melakukan sejumlah reformasi dan meningkatkan transparansi dalam bidang bisnis dan perekonomian dalam rangka untuk menarik semakin banyaknya investasi yang masuk ke negara tersebut.

Kepala Investasi Myanmar U Thuang Tun dalam acara Temu Bisnis di Menara Kadin, Jakarta, menyatakan bahwa saat ini dunia terus berubah secara global dan begitu juga dengan Myanmar.

"Kami ingin memastikan kerangka hukum yang transparan dan bersifat win-win situation untuk mereka yang mau berinvestasi di Myanmar," papar U Thuang Tun, Rabu 8 Augustus 2018.

Selain itu, ujar dia, perubahan pokok lainnya yang telah diterapkan Myanmar adalah memastikan bahwa semua investor di Myanmar memiliki "level playing field" yang sama atau setara.

Salah satu perubahan yang dilakukan Myanmar, ungkap dia, adalah mengizinkan kepemilikan saham asing hingga sebesar 35 persen perusahaan lokal dan dianggap sebagai perusahaan lokal.

Ia juga mengutarakan, sejak 1 Agustus 2018 seluruh perusahaan di Myanmar harus sudah terdaftar secara daring sehingga akan dapat saling memudahkan untuk berbisnis.

"Myanmar terletak tepat di antara India dan China. Kami bisa menghubungkan India, China dan Asean sehingga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha," ucapnya.

Dengan populasi sebesar 54 juta orang, ujar dia, Myanmar adalah pasar yang potensial di Asia Tenggara, ditambah dengan upah buruh yang tidak semahal negara-negara tetangganya.

Kepala Investasi Myanmar juga menyatakan bahwa negaranya merupakan yang tercepat dalam pertumbuhan ekonomi di ASEAN, dengan peningkatan PDB hingga sekitar 7 persen per tahun.

Mengenai tantangan yang dihadapi di Myanmar, ungkap dia, adalah terkait dengan ketersediaan infrastruktur yang belum memadai, begitu pula halnya dengan pasokan energi.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa Myanmar masih diberikan fasilitas GSP atau pemotongan tarif bea masuk impor ke Uni Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, sehingga hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia yang ingin memanufaktur produksinya dengan mendirikan pabrik di Myanmar dan mengekspornya dari sana.

Berdasarkan catatan Kadin, pada tahun 2017 Myanmar adalah mitra dagang terbesar ke-42 Indonesia, dengan total perdagangan antara Indonesia dan Myanmar meningkat dari 729 juta dolar AS pada 2016 menjadi 975 juta dolar AS pada 2017.

Sedangkan ekspor Indonesia ke Myanmar juga meningkat dari 615 juta dolar AS pada tahun 2016 menjadi 829 juta dolar AS pada 2017. Ekspor Myanmar ke Indonesia meningkat dari 113 juta dolar pada 2016 menjadi 142 juta dolar pada 2017.

Untuk penanaman modal, tercatat bahwa investasi Myanmar di Indonesia pada tahun 2016 hanya terdiri dari 1 proyek dengan nilai yang kecil, sementara tahun 2017 nilai investasinya adalah 0,6 juta dolar yang mencakup tiga proyek.

Sebaliknya, nilai Investasi Indonesia di Myanmar diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta dolar AS. Komoditas utama yang diekspor dari Indonesia ke Myanmar adalah minyak sawit, kertas, minyak bumi dan batu bara.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99