Rabu, 13 Desember 2017
  • Home
  • Politik
  • Kaisar Jepang Hirohito Tak Memveto Keputusan Perang dengan Amerika Serikat

Kaisar Jepang Hirohito Tak Memveto Keputusan Perang dengan Amerika Serikat

Oleh: Jallus
Kamis, 07 Desember 2017 05:01:00
BAGIKAN:
tumbir.com
Jet tempur Jepang.

NEW YORK (MM): Kaisar Jepang Hirohito tidak memveto keputusan penasihatnya untuk mengumumkan perang kepada Amerika Serikat pada tahun 1941 karena khawatir memicu konflik internal yang akan menghancurkan negaranya, katanya dalam sebuah akun yang didiktekan ke seorang penasihat.

Ditetapkan untuk dilelang di New York pada Rabu 6 Desember 2017, dokumen tulisan tangan tersebut menyoroti peran Jepang dalam Perang Dunia Kedua, karena merekam peristiwa yang berasal dari tahun 1920an, seperti tekad Hirohito untuk tidak menentang keputusan kabinet di masa depan, bahkan jika dia tidak setuju.

"Hirohito menyadari bahwa jika ia ingin berkuasa, maka harus melakukan apa yang mereka inginkan," tutur Tom Lamb, Direktur Departemen Buku dan Manuskrip di rumah lelang Bonhams, kepada Reuters.

"Dan itu adalah fakta yang menarik, karena sepanjang akhir tahun 1930an dan tahun 1940an, saat keputusan militer dibuat, yang tidak dapat dia tentang," katanya.

Para pelelang telah mengajukan perkiraan harga sekitar Rp1,35-2,25 miliar pada manuskrip tersebut, yang terdiri dari dua buku catatan berwarna kecoklatan yang diikat benang, yang isinya ditulis dengan pena dan pensil oleh penerjemah dan penasihat kaisar Terasaki Hidenari pada tahun 1946.

Memoar tersebut diakhiri dengan pernyataan kaisar bahwa jika ia memveto keputusan untuk berperang, ini akan menghasilkan konflik sipil yang akan semakin buruk lagi dan "Jepang pasti akan hancur," kata rumah pelelangan tersebut di situsnya.

Dikenal dalam bahasa Jepang sebagai "Dokuhakuroku", atau "Monolog Kaisar", ucapan tersebut mungkin menawarkan wawasan tentang peran yang dimainkan raja dalam kampanye perang.

Ini adalah topik yang menurut akademisi tidak pernah dipelajari sepenuhnya di Jepang, sebagian besar karena keputusan penguasa pendudukan AS untuk mempertahankan kaisar sebagai simbol negara demokratis baru.

"Amerika membutuhkan Kaisar Hirohito untuk menyatukan negara itu bersama-sama, yang sudah ia lakukan," Lamb menambahkan.

"Seluruh Jepang berubah dari gaya perang pra-militer menjadi pusat kekuatan ekonomi pascaperang, dan jelas kaisar adalah bagian dari itu," katanya

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99