Kamis, 16 Agustus 2018

China Ancam Taiwan

Oleh: Jallus
Rabu, 06 Juni 2018 04:19:00
BAGIKAN:
reuters.
Tentara China.

BEIJING (MM): China memperingatkan Presiden Taiwan pada Selasa atas pernyataan tidak bertanggung jawab tentang protes Tiananmen 1989, dengan mengatakan Taiwan harus berhenti membicarakan tentang hal yang sama, setelah dia meminta China menyambut demokrasi.

Pemerintah China mengirim tank untuk memadamkan protes 4 Juni 1989 di dan sekitar Lapangan Tiananmen Beijing, dan tidak pernah merilis korban tewas. Perkiraan dari kelompok hak asasi manusia dan saksi berkisar dari beberapa ratus hingga beberapa ribu korban.

Tindak keras Tiananmen merupakan hal yang tabu di China, dan 29 tahun kemudian tetap menjadi titik pertentangan antara China dan banyak negara Barat, serta antara China dan Taiwan yang demokratis dan berpemerintahan sendiri, yang diklaim China sebagai wilayah miliknya.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan pada Senin bahwa jika China dapat menghadapi apa yang telah terjadi, pihaknya dapat menjadi landasan bagi transformasi demokrasi China sendiri, dan bahwa dia berharap suatu hari rakyat China akan bebas untuk membaca sendiri pesannya, yang ditulis pada "Facebook" yang diblokir di China.

Dalam pernyataan panjangnya, Kantor Urusan Taiwan yang membuat kebijakan China mengatakan bahwa ketika berbicara tentang pembangunan sosial dan ekonomi China, orang-orang di China daratan memiliki hak untuk berbicara.

"Pemimpin otoritas Partai Progresif Demokratik (PDD) dan Partai Progresif Demokratik sendiri tidak memiliki kualifikasi untuk membuat pernyataan yang tidak bertanggung jawab," demikian dalam pernyataan itu, merujuk pada partai penguasa Taiwan yang dipimpin Tsai.

Keberhasilan China melalui kesulitan adalah karena kepemimpinan Partai Komunis, dan prestasi negara telah menimbulkan kebanggaan besar bagi orang-orang China di seluruh dunia, termasuk di Taiwan, tambahnya.

Taiwan, sebaliknya, telah mengalami stagnansi sejak Tsai berkuasa dan mendorong agenda separatis serta konfrontasi dengan China, dengan perusahaan dan orang-orang muda yang berangkat ke China untuk mencari peluang menolak mereka di tanah air, demikian pernyataan kantor tersebut.

"Satu pihak telah mengamuk," tambahnya.

DPP "terus menerus membicarakan tentang hal yang sama tahun demi tahun," menurut kantor itu. "Mereka kehabisan trik," ujarnya.

Permusuhan China terhadap Tsai telah meningkat sejak dia memenangi pemilihan umum pada 2016, karena China khawatir dia ingin mendorong kemerdekaan resmi pulau itu, yang ditolak oleh Beijing.

Tsai mengatakan dia ingin mempertahankan keberadaan neagra, tetapi akan membela keamanan Taiwan dan demokrasi yang susah payah dimenangkannya.

Dalam pesannya pada Senin, Tsai membidik otokrasi China, yang berbeda dengan cara-cara bebas Taiwan.

"Di Taiwan, kami tidak memiliki kata-kata sensitif, atau menyensor internet. Ini adalah cara hidup kita," tulisnya.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99