Sabtu, 21 April 2018

Thailand Ungkap Kasus Sabu-Sabu

Oleh: marsot
Rabu, 04 April 2018 05:03:00
BAGIKAN:
istimewa.
Sabu-sabu.

BANGKOK (MM): Thailand melakukan salah satu pengungkapan terbesar perkara sabu kristal, menyita narkotika itu senilai 700 juta baht (sekitar 225 miliar rupiah), kata polisi, Selasa.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan Asia Tenggara dibanjiri narkotika dari wilayah Segitiga Emas.

Polisi mengatakan 700 kilogram narkotika itu, yang dikenal sebagai es, disita pada 28 Maret di wilayah selatan Provinsi Chumpon dan akan dikirimkan ke Malaysia.

Narkotika tersebut dibuat di wilayah Segitiga Emas, tempat perbatasan Thailand, Myanmar, dan Laos bertemu. Dua warga Thailand dan dua warga Malaysia ditahan sehubungan dengan penangkapan tersebut.

Pasar sabu-sabu berkembang pada tingkat mengkhawatirkan di Asia Timur dan Tenggara. Pada 2015, ahli di beberapa negara di subwilayah itu melaporkan peningkatan penggunaan baik sabu tablet dan sabu kristal.

Di antara amfetamin, sabu menjadi ancaman terbesar kesehatan dunia, kata laporan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC) pada 2017.

"Penyitaan besar ini adalah indikasi bahwa ada pasokan yang tak henti-hentinya memompa Segitiga Emas dan wilayah utara Shan untuk membanjiri pasar Asia Tenggara dan juga transit Asia Tenggara ke pasar bernilai tinggi seperti Australia, Selandia Baru dan berpotensi lebih jauh," demikian Jeremy Douglas, kepala UNODC di Asia Tenggara.

Polisi memamerkan hasil tangkapan pada Selasa di sebuah kompleks pemerintahan di wilayah utara Bangkok. Narkoba jenis lain yang dipamerkan termasuk narkoba yang bernilai 890 juta baht (28.51 juta dolar AS), yakni kokain, ganja dan ekstasi, disita dalam berbagai penangkapan antara 25 Maret dan 1 April.

Sebagian besar narkoba diproduksi di luar Thailand dan diperdagangkan melalui negara dalam perjalanan ke Australia, Amerika Utara dan Eropa.

"Harga yang kami umumkan adalah nilai-nilai dalam Thailand," kata Letnan Jenderal Polisi Sommai Kongvisaisuk, komandan Biro Penindas Narkoba, kepada wartawan.

"Setelah narkoba melewati Thailand, harga akan meningkat," kata Sommai, menambahkan bahwa gangguan pada rantai pasokan telah melakukan sedikit tindakan untuk menghentikan produksi.

"Kami mencegat banyak narkotika selama setahun belakangan, tapi kemampuan pembuatannya tetap tidak tersentuh," katanya.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99