Selasa, 16 Januari 2018

Terdakwa Kasus Penipuan Divonis Bebas

Oleh: alex
Jumat, 12 Januari 2018 00:34:00
BAGIKAN:
istimewa.
Vonis.

SURABAYA (MM): Majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana membebaskan Sujono Candra selaku terdakwa kasus penipuan dan penggelapan pada persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur.

"Menyatakan terdakwa Soejono Candra tidak terbukti bersalah melakukan tindak Pidana sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUHP, 378 KUHP dan 264 KUHP. Membebaskan terdakwa dari semua dakwaan jaksa penuntut umum," kata hakim Anne saat membacakan putusannya, Kamis 11 Januari 2018.

Ketua majelis hakim menyatakan terdakwa Soejono Candra tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang milik saksi korban Lie Soekoyo sebesar Rp660 juta.

Karena menurut Hakim Anne, apa yang dilakukan terdakwa sebagaimana dalam dakwaan primer JPU yakni pasal 378 KUHP bukanlah perbuatan pidana melainkan perdata, serta dakwaan subsider pasal 372 juga dinyatakan tidak terbukti.

Atas vonis ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cathrine Sunita menyatakan pikir-pikir dan dari pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya menerima putusan ini.

Kasus ini bermula dari terdakwa Soejono Candra yang berniat meminjam uang pada saksi korban, Lie Soekoyo pada 2004 silam, dengan alasan bahwa rumahnya akan segera disita oleh pihak Bank Artha Graha, kalau tidak segera melunasi utang-utangnya.

Namun, saat itu korban enggan memberikan pinjaman dan terdakwa akhirnya menjual rumahnya yang beralamat di Perum Unimas blok C Waru Sidoarjo kepada korban Lie Soekoyo sebesar Rp660 juta dengan sarat, bahwa terdakwa meminta terhadap korban untuk tidak menjual rumah tersebut kepada pihak lain sampai dengan jangka waktu dua tahun.

Sampai batas waktu yang dijanjikan terdakwa tak kunjung membeli rumah yang sudah ia jual tersebut, sampai akhirnya tanggal 29 November 2006 korban mendatangi terdakwa untuk mengesahkan jual beli karena tidak bisa menepati janji-janji untuk kembali membeli rumah yang pernah dijual tersebut.

Kemudian, muncul akta pernyataan jual beli Nomor 9 tahun 2006 yang disertai akta kuasa jual nomor 10 tahun 2006, antara Soejono Candra kepada Lie Soekoyo dihadapan Notaris Sugiharto. Tak hanya itu, untuk mengosongkan rumah tersebut juga tertuang dalam akta nomor 11 tahun 2006 bahwa Soejono Candra juga telah menerima uang sebesar Rp25 juta, untuk biaya pengosongan rumah.

Sampai batas waktu yang dijanjikan yakni 30 November 2006 terdakwa tidak segera mengosongkan rumah sehingga korban merasa dirugikan sebesar Rp685 juta. Korban pun akhirnya melaporkan perkara tersebut ke Polrestabes Surabaya.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99