Kamis, 16 Agustus 2018

Remaja Rencanakan Bom Rumah Ibadah di Kuala Lumpur

Oleh: marsot
Sabtu, 02 Juni 2018 05:55:00
BAGIKAN:
istimewa.
Bom (ilustrasi).

KUALA LUMPUR (MM): Malaysia menahan 15 tersangka pegaris keras, termasuk seorang remaja dan seorang ibu rumah tangga, yang dituduh merencanakan serangan "pelaku tunggal" terpisah atas tempat ibadah di sekitar ibu kota, Kualalumpur, kata polisi.

Polisi menangkap ke-15 orang itu, termasuk sembilan orang asing, dalam beberapa gerakan keamanan pada 27 Maret hingga 9 Mei, kata pernyataan Inspektur Jenderal Polisi Mohamad Fuzi Harun.

Mereka termasuk seorang siswa sekolah menengah berusia 17 tahun, yang dicurigai menjadi anggota Negara Islam, yang diduga merencanakan serangan "pelaku tunggal" terhadap gereja, pusat hiburan dan kuil Hindu di sekitar Kuala Lumpur.

Murid itu sudah membuat enam bom bensin dan menguji salah satunya, kata Mohamad Fuzi.

"Tersangka telah mengamati dan memfilmkan tempat sasaran serta merekam peringatan video atas bakal serangan itu," katanya, Jumat 1 Juni 2018. Dia menambahkan bahwa video tersebut diunggah ke empat ruang obrolan seluler terkait IS tidak lama sebelum tersangka itu ditangkap.

Seorang tersangka lain adalah ibu rumah tangga berusia 51 tahun, yang ditangkap pada 9 Mei, pada hari Malaysia mengadakan pemilihan umum, kata polisi.

Wanita itu diduga berencana mengemudikan mobil menuju pemilih bukan Muslim di tempat pemungutan suara di pinggiran Kualalumpur.

Tersangka itu juga berencana menabrak rumah ibadah bukan Muslim dengan menggunakan mobil dilengkapi tangki bensin, yang digunakan sebagai bahan peledak," kata Mohamad Fuzi.

Di antara tahanan lain itu terdapat warga Bangladesh pemilik restoran, yang dicurigai menyelundupkan senjata ke petempur asing, serta enam warga negara Filipina, yang bertujuan bergabung dengan kelompok bersenjata yang terkait IS, yang menduduki kota Filipina pada tahun lalu.

Pasangan suami-istri Afrika Utara, yang ingin menjadi anggota IS di negara asal mereka, ditahan sebelum dipulangkan pada 14 April, kata Mohamad Fuzi tanpa menyebut kebangsaan mereka.

Malaysia, yang berpenduduk beragam dengan sebagian besar Muslim, mewaspadai kekerasan dan pihak berwenang menangkap ratusan orang dalam beberapa tahun belakangan atas kecurigaan terkait dengan pegaris keras, tapi tidak pernah mengalami serangan besar dari pegaris keras.

IS menyatakan bertanggung jawab atas serangan granat terhadap bar di pinggiran Kualalumpur pada 2016, yang mencederai delapan orang. Itu adalah serangan pertama di Malaysia.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99