Rabu, 13 Desember 2017

Praperadilan Setya Novanto Jalan Terus

Oleh: marsot
Jumat, 08 Desember 2017 05:12:00
BAGIKAN:
istimewa.
Setya Novanto.

JAKARTA (MM): Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Kusno menyatakan bahwa sidang praperadilan Setya Novanto tetap dilangsungkan meskipun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara Novanto ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Hakim Kusno mengacu pada Pasal 82 ayat (1) huruf d KUHAP yang menyebutkan "dalam hal suatu perkara sudah mulai diperiksa oleh Pengadilan Negeri sedangkan pemeriksaan mengenai permintaan kepada praperadilan belum selesai maka permintaan tersebut gugur".

"Kan perkara sudah dilimpahkan. Untuk itu, kami garis pendiriannya tetap Pasal 82 huruf d KUHAP, baru gugur setelah pemerikasaan pokok perkara dimulai. Kapan pemeriksaan pokok perkara? Sejak hakim yang menyidangkan pokok perkara "ketok palu" membuka sidang perkara," kata Kusno di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 7 Desember 2017.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui Hakim Tunggal Kusno pada Kamis menggelar sidang perdana praperadilan Setya Novanto dengan agenda pembacaan permohonan praperadilan dari pihak pemohon.

Ia pun menyatakan sidang lanjutan praperadilan Novanto akan dilanjutkan pada Jumat (8/12) dengan agenda jawaban dari pihak KPK dan juga pengajuan bukti dari kedua belah pihak.

"Pasal 82 huruf d kalau dikaitkan dengan putusan MK, kalau memang sudah diajukan, agar kita tidak terjadi perdebatan di belakang hari kalau memang sudah ditentukan kapan hari sidang, kapan pelimpahan, besok kalau perlu diajukan bukti itu. Jelas itu ya, gugatan praperadilan gugur setelah perkara pokoknya mulai diperiksa, setuju ya," kata Kusno.

Ia pun mengingatkan kepada kedua belah pihak agar tidak harus membawa semua bukti surat yang akan diajukan tersebut.

"Tidak harus semua bukti pokok diajukan. Yang penting sudah dua alat bukti yang cukup. Jangan praperadilan dikasih bukti "dua meter", kapan selesai? Orang tujuh hari, besok bawa bukti surat," ucap Kusno.

Setya Novanto ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat (10/11).

Setya Novanto selaku anggota DPR RI periode 2009-2014 bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudihardjono, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku Pejabat Pembuat Komitment (PPK) Dirjen Dukcapil Kemendagri dan kawan-kawan diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu koporasi, menyahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atas perekonomian negara sekurangnya Rp2,3 triliun dari nilai paket pengadaan sekitar Rp5,9 triliun dalam pengadaan paket penerapan KTP-E 2011-2012 Kemendagri.

Setya Novanto disangkakan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99