Jumat, 16 November 2018

Polisi Tak Perlu Ragu Kasus Pencucian Uang Gunawan Jusuf

Oleh: marsot
Kamis, 25 Oktober 2018 03:42:00
BAGIKAN:
istimewa.
Polisi.

JAKARTA (MM): LSM Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) meminta penyidik Bareskrim Polri mempercepat proses hukum kasus yang melibatkan pengusaha gula, Gunawan Jusuf, atau segera menetapkannya sebagai tersangka.

Pasalnya, Gunawan Jusuf yang dilaporkan terlibat kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mencabut kembali gugatan praperadilan terhadap penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di PN Jaksel untuk ketiga kalinya, kata kata aktivis Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (Mappi) Dio Ashar Wicaksana, di Jakarta, Rabu.

Terkait dengan hal itu, Mappi mempertanyakan alasan penyidik Bareskrim yang belum menetapkan Gunawan Jusuf sebagai tersangka sehingga pemilik Sugar Group Company itu memiliki kesempatan mengajukan gugatan praperadilan hingga sebanyak tiga kali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ia menegaskan bahwa penyidik harus cepat menemukan alat bukti biar Gunawan menjadi tersangka.

"Yang jadi pertanyaan kenapa aparat penegak hukum tidak langsung bawa ke proses pengadilannya? 'Kan praperadilan otomatis gugur kalau tersangka sudah dibawa ke persidangan. Kalau memang alat bukti sudah cukup, bawa saja ke pengadilan langsung," ujarnya, Rabu 24 Oktober 2018.

Sementara itu, Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Kombes Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga juga mempertanyakan maksud Gunawan berkali-kali mengajukan, lalu mencabut gugatan praperadilan.

Namun, pihaknya menegaskan akan meneruskan proses penyidikan dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan Gunawan.

"Kok, bisa begitu (permainkan praperadilan), ya? Akan tetapi, kami tetap lakukan penyidikan secara profesional," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak terpengaruh proses gugatan praperadilan yang diajukan tim kuasa hukum Gunawan Jusuf ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Kami tidak terpengaruh, (penyidikan) tetap jalan," tutur Kombes Pol. Daniel.

Dalam waktu dekat, Daniel menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil Gunawan Jusuf untuk diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan TPPU yang dilaporkan oleh pengusaha Toh Keng Siong.

"Kami panggil secepatnya, ada pasal utama, salah satunya kami tonjolkan memang TPPU-nya," tegas Daniel.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur mengatakan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan dari Panitera Muda Pidana bahwa Perkara Nomor: 124/Pid.Pra/2018/PN Jkt.Sel terkait dengan gugatan yang diajukan Gunawan Jusuf telah dicabut pemohon.

Pencabutan tersebut menandakan Gunawan Jusuf bersama rekan bisnis dan perusahaannya telah tiga kali mengajukan dan tiga kali mencabut gugatan praperadilan terhadap Bareskrim Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Humas dan Hukum Mahkamah Agung Abdullah tidak mempermasalahkan tindakan seseorang yang berkali-kali mengajukan gugatan praperadilan sebelum sidang diputus guna mencari keadilan.

"Kami tidak bisa melarang orang untuk ajukan praperadilan apa pun, kecuali upaya hukum itu dibatasi," kata Abdullah.

Abdullah menuturkan bahwa pihaknya belum mempertimbangkan untuk menerbitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) atau Peraturan Mahkamah Agung sebagai upaya membatasi jumlah permohonan praperadilan.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99