Sabtu, 20 Oktober 2018

Polisi Gagalkan Pengiriman Sabu-Sabu Malaysia di Kalimantan Tengah

Oleh: Jallus
Rabu, 10 Oktober 2018 03:39:00
BAGIKAN:
istimewa.
Sabu-sabu asal Malaysia.

PALANGKA RAYA (MM): Personil Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bersama Polres Lamandau, berhasil menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu-sabu seberat tujuh kilogram asal Malaysia menuju Banjarmasin,Kalimantan Selatan.

"Sabu-sabu yang dibawa oleh Pandi Rajji dari Pontianak,Kalimantan Barat itu menuju Kota Banjarmasin melalui Kabupaten Lamandau, kata kata Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Rikwanto didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Agustinus Suprianto dan Kapolres Lamandau AKBP Andika, saat press rilis di Palangka Raya, Selasa 9 Oktober 2018.

Menurut Rikwanto berdasarkan pengakuan dari Pandi, ternyata ini kali kedua dia membawa sabu-sabu dari Pontianak menuju Banjarmasin. Untuk yang pertama dia berhasil membawa sabu-sabu seberat lima kilogram dan mendapat upah sebesar Rp40 juta dari bos berinisial S.

Digagalkannya pengiriman sabu-sabu seberat tujuh kilogram tersebut merupakan hasil pengembangan dari salah seorang kurir sabu yang ditangkap pada September 2018.

"Dari pengakuan kurir itulah diketahui akan ada pengiriman sabu-sabu sebesar tujuh kilogram menuju Banjarmasin melalui Lamandau," katanya.

Mendapatkan informasi tersebut, Polres Lamandau pun melakukan penyelidikan selama satu bulan. Namun, Rabu (3/10) sekitar pukul 14.30 WIB, saat petugas melakukan razia lalu lintas, berhasil mengamankan pelaku beserta barang buktinya.

"Saat akan mengamankan, ternyata pelaku melakukan perlawanan. Melihat itu, petugas terpaksa menembak kaki kiri pelaku," kata Rikwanto.

Hasil pengembangan terhadap Pandi yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu, ternyata sabu-sabu itu berasal dari pria berinisial S. Sebab, Pandi hanya bertugas mengantarkan sabu-sabu tersebut ke tempat yang telah ditentukan.

"Kami sedang melakukan pengejaran terhadap pria berinisial S itu. Sedangkan untuk Pandi, dikenakan pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya hukuman mati dan denda Rp10 miliar," demikian Rikwanto.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99