Minggu, 24 Juni 2018

Parlemen Filipina Desak Penyelidikan Kebakaran Mal

Oleh: alex
Sabtu, 06 Januari 2018 04:29:00
BAGIKAN:
reuters.
Filipina.

MANILA (MM): Sekelompok anggota Parlemen Filipina akan menyerukan penyelidikan oleh Kongres bulan ini atas kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan yang menewaskan 38 orang, 37 di antaranya bekerja di "call center" untuk perusahaan Amerika, kata seorang anggota DPR.

Kebakaran pada 23 Desember di Davao City, kota kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte di bagian selatan Filipina, terjadi di lantai 3 sebuah mal sebelum kepulan asapnya menyelimuti kantor-kantor perusahaan Amerika Serikat, Research Now SSI, satu lantai di atasnya.

Lima anggota Dinas Kebakaran Davao City, yang memeriksa mal itu dan mengeluarkan izin beroperasi, dibebastugaskan dan menghadapi penyelidikan administratif.

Hasil-hasil pemeriksaan pendahuluan oleh Biro Perlindungan Kebakaran mengungkapkan tanda-tanda keamanan kebakaran sudah tak berlaku lagi yang mungkin menyumbang bagi tragedi tersebut, karena tak ada masalah dengan "pintu keluar, sistem air penyemprot dan sistem alarm".

"Kami menyerukan investigasi sebagai bentuk bantuan legislasi," kata Arlene Brosas, wanita anggota Kongres dari Gabriela, sebuah kelompok kaum wanita, dalam jumpa pers, Jumat 5 Januri 2018.

"Kami mengajukan resolusi sesegara mungkin pada masa persidangan mulai. Kami akan mengajukan pengesahan (RUU) Standar Kesehatan dan Keselamatan Okupasi." Majelis rendah Kongres akan memulai kembali masa sidang pada 15 Januari.

Blok sayap kiri akan berusaha menjamin akuntabilitas Otoritas Zona Ekonomi Filipina, Departemen Buruh, pemerintah Davao City dan perusahaan-perusahaan terkait, kata Brosas.

Seorang petugas satuan pengamanan termasuk di antara 38 orang yang meninggal dalam kebakaran itu. Sebanyak enam orang mengalami luka-luka walaupun sekitar 100 orang karyawan call center itu selamat.

SSI menolak untuk berkomentar mengenai isu keselamatan kebakaran di kantor-kantornya di Davao hingga investigasi rampung.

Kantor-kantor Research Now SSI di Davao mempekerjakan 500 orang. Perusahaan itu berjanji akan memindahkan sebagian ke fasilitasnya yang lebih besar di Filipina tengah sementara mencari tempat baru di selatan.

Di lamannya, SSI mengtakan pihaknya memiliki lebih 1 juta panelis di 40 negara dengan lebih 300 pelanggan di seluruh dunia, termasuk Twitter, Facebook, Nielsen, Capitalk One, BestBuy dan Liberty Mutual.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99