Rabu, 13 Desember 2017

Mengungkap Fakta Baru di Sidang Pemalsuan Tanda Tangan Bupati Bengkalis

Oleh: marsot
Jumat, 08 Desember 2017 05:15:00
BAGIKAN:
istimewa.
Sidang pengadilan.

BENGKALIS (MM): Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan pemalsuan tandatangan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin pada proyek Penerbitan Izin Prinsip Pembangunan Kepariwisataan di Pulau Rupat, Rabu (6/12).

Bukan hanya tandatangan Bupati Amril yang dipalsukan, karena ternyata proposal PT Bumi Rupat Indah (BRI), TDD Direkturnya juga dipalsukan setelah dihadirkan tiga saksi, yakni Ahli Laboratorium Forensik (Labfor) AKBP Ungkap Siahaan dari Medan, saksi Ahli Pidana Erdiansyah dan saksi ahli bahasa Dudung Burhanuddin dari Universitas Riau (UR).

Dalam sidang yang dilaksanakan pada Rabu (6/12) siang itu, terkuak bahwa Pemalsuan TDD Direktur PT. BRI ini dilakukan oleh Konsultan Perencana Alfian Nur yang sebelumnya sudah dihadirkan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Saat itu, Alfian Nur juga mengakui dihadapan majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Zia Ul Jannah dengan didampingi Hakim anggota Wimmi D. Simarmata, dan Aulia Fhatma Widhola, bahwa dirinya yang memalsukan proposal tandatangan Direktur PT. BRI, Swarya Tabun, atas persetujuan pemilik perusahaan yakni Johan Ming.

Mendengar pengakuan tersebut, Majelis Hakim meminta penjelasan kepada saksi ahli pidana Erdiansyah, setelah ditemukan fakta persidangan, bahwa proposal dari PT. BRI juga dipalsukan, apakah perlu juga dilakukan penyelidikan, dan apa yang harus dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Saksi Ahli Pidana Erdiansyah menjawab, pihak JPU tetap wajib melakukan pemeriksaan temuan baru dalam fakta persidangan, karena Proposal sudah digunakan untuk menerbitkan dari Pemkab Bengkalis yang tandatangan Bupati juga dipalsukan.

Artinya pemalsuan tandatangan dari pihak PT. BRI itu, sudah tidak menjadi delik aduan lagi, tapi delik biasa, artinya tanpa harus ada yang melapor, Alfian Nur dan Johan Ming perlu dihadirkan saksi terkait pemufakatan pemalsuan tandatangan Proposal PT. BRI. Karena sudah masuk mata-rantai dalam satu kasus dengan pemalsuan TDD Bupati, jawab Saksi Ahli Pidana Erdiansyah.

Dalam sidang tersebut juga dihadiri terdakwa Bukhari (52) dan terdakwa Muska Arya (42) bersama kedua Pedamping Hukum (PH).

Sidang ini akan dilanjutkan pada hari Selasa (12/12), dengan menghadirkan kembali saksi dari Konsultan Alfian Nur. Dan dari Bupati Amril, Rikki Rihardi, pemilik perusahaan PT. BRI Johan Ming dan Direkturnya Swarya Tabun.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99