Sabtu, 18 Agustus 2018

Korban Pembunuhan Memang Penjual Kosmetika

Oleh: Jallus
Jumat, 08 Juni 2018 04:18:00
BAGIKAN:
istimewa.
Korban pembunuhan (ilustrasi).

MEDAN (MM): Pemilik usaha Kosmetik di Plaza Millenium Medan, Tony mengaku bahwa korban pembunuhan Rika Karina (21) telah bekerja selama lima tahun menjadi sales kosmetik di tempat usahanya.

"Korban orangnya bisa dipercaya, Rika yang mengelola usaha itu. Saya hanya sekali-kali saja monitor, kalau ada masalah," kata Tony kepada wartawan, Kamis 7 Juni 2018.

Rika Karina adalah korban pembunuhan sadis. Jasadnya dibungkus kardus dan dibuang di Jalan Karya Rakyat, Kecamatan Medan Barat.

Tony menjelaskan, dirinya tidak menyangka kejadian tersebut menimpa karyawannya.

Selama ini, Tony kurang tahu, apakah memang usah yang dikelola korban tersebut merugi. Rencananya usaha tersebut hendak ditutup pascalebaran.

Menurutnya, korban selama ini dikenal baik dan dipercaya, serta masih ada hubungan kerabat dengan Rika.

Bahkan, juga mengizinkan korban untuk menempati rumahnya di Komplek Malibu, Titipapan.

"Korban orangnya mandiri. Rika sendirian tinggal di rumah itu. Sepeda motor saya juga pinjamkan," kata Tony.

Tim gabungan Jahtanras Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Polrestabes Medan menembak tersangka berinisial HN (31) pembunuh sadis korban Rika Karina, jasadnya dibungkus kardus dan dibuang di Jalan Karya Rakyat, Kecamatan Medan Barat.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, dalam pemaparannya di Mapolrestabes Medan, Kamis, menyebutkan, petugas juga menyita barang bukti berupa sepeda motor scoopy, tas, kardus, uang Rp2 juta, dua unit handphone dan pisau.

Motif pembunuhan itu, menurut dia, karena pelaku kesal kosmetik pesanannya seharga Rp4,7 juta tidak juga diantarkan korban.

"Pelaku, Selasa (6/6) malam, menghubungi korban dan meminta untuk menjelaskan mengapa barang kosmetik tidak juga diserahkan," ujar Dadang.

Ia menjelaskan, keributan antara korban dan pelaku di rumahnya di Perum Ivory Medan Deli.

Merasa kesal, setelah cek-cok mulut, pelaku menganiaya korban dengan cara membenturkan kepala korban ke tembok rumahnya.

"Setelah itu, pelaku menikam leher korban dengan menggunakan pisau kecil bergagang hijau," jelasnya.

Dadang menambahkan, pelaku kemudian menyayat pergelangan tangan korban, sehingga korban meninggal dunia.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99