Sabtu, 21 April 2018

Kedubes Amerika Serikat Pecat Pekerja di Kamboja

Oleh: marsot
Minggu, 15 April 2018 05:11:00
BAGIKAN:
reuters.
Amerika Serikat.

PHNOMPENH (MM): Kedutaan Amerika Serikat di Kamboja memecat 32 pekerjanya setelah mereka diduga berbagi muatan cabul dalam kelompok rumpi tidak resmi, kata sumber, yang paham dengan masalah itu.

Empat sumber mengatakan bahwa video dan foto mengandung muatan cabul tersebut, termasuk beberapa menampilkan orang di bawah usia 18 tahun, dibagikan dalam kelompok rumpi "Facebook Messenger".

Beberapa gambar terlihat oleh istri seorang pekerja kedutaan, yang melaporkan kejadian itu kepada pejabat di kedutaan. Masalah tersebut kemudian diteruskan ke Biro Penyelidikan Pusat (FBI), kata sumber itu.

"Kartu pengenal mereka diambil dan beberapa telepon genggam mereka diperiksa," kata mantan karyawan kedutaan AS, yang mengatakan dengan syarat namanya tidak disebutkan.

Dia mengatakan, 32 pekerja kedutaan diantaranya termasuk warga negara Kamboja dan Kamboja-Amerika. Kebanyakan dari mereka merupakan petugas keamanan dan beberapa staf administrasi. Tidak ada diplomat di antara mereka, kata mereka.

Dua sumber, keduanya bekerja di kedutaan, memastikan terjadi pemecatan.

Pemecatan itu terjadi saat Kamboja dan AS bersitegang atas kritik AS pada tindakan keras terhadap perbedaan pendapat yang dilakukan oleh Perdana Menteri Hun Sen yang telah lama menjabat, dan kemarahan Hun Sen atas apa yang dikatakannya telah menjadi upaya AS untuk mengacaukan kekuasaannya.

AS membantah ikut campur tangan dalam politik Kamboja. Pemerintah Kamboja belum berkomentar tentang pemecatan tersebut.

Kamboja, yang masih bangkit dari beberapa dekade konflik dan kemiskinan, terkenal karena prostitusi anak, dan beberapa orang asing telah dihukum dan dipenjarakan akibat pelecehan seksual pada anak dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerkosaan pada anak terus menjadi masalah serius di Kamboja, demikian Departemen Luar Negeri AS dalam laporan 2016.

Seorang juru bicara kedutaan mengatakan, dia tidak bisa memberikan pernyataan dan merujuk pertanyaan ke Departemen Luar Negeri. Departemen Luar Negeri menolak berkomentar ketika dihubungi.

"Kami hanya mencatat bahwa Kedutaan memiliki kebijakan yang jelas dan tegas mengenai perilaku karyawan yang sesuia serta proses banding bagi karyawan yang percaya bahwa mereka diberhentikan secara tidak adil," demikian Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan melalui surat elektronik.

Satu pekerja yang telah dipecat tidak dapat dihubungi. FBI tidak dapat dihubungi untuk memberikan pernyataan dan juru bicara polisi Kamboja Kirth Chantharith juga tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Pihaknya tidak dapat segera mendapatkan angka tentang jumlah yang dipekerjakan di kedutaan itu, yang ditempatkan di kompleks pusat kota dan dibangun khusus.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99