Sabtu, 18 November 2017

KPK Sita Satu Unit Apartemen di Solo

Oleh: Jallus
Jumat, 08 September 2017 05:16:00
BAGIKAN:
istimewa
KPK.
JAKARTA (MM): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit apartemen di Solo, Jawa Tengah terkait dengan perkara pengadaan pupuk di Kementerian Pertanian Tahun 2013 dengan tersangka Hasanuddin Ibrahim (HI) dan Sutrisno (ST). "Siang ini tim KPK lakukan penyitaan terhadap satu unit apartemen di Solo Paragon," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis 7 September 2017. Febri menyatakan apartemen yang disita diduga milik tersangka ST diindikasikan terkait keuntungan yang diperoleh dari proses pengadaan yang sedang KPK usut saat ini. Sebelumnya pada Februari 2016, KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan fasilitas sarana budidaya di Direktorat Hortikultura Kementerian Pertanian tahun 2013, yaitu HI (Hasanuddin Ibrahim) selaku Direktur Jenderal Hortikultura Kementarian Pertanian 2010-2015, EM (Eko Mardiyanto) selaku Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Direktorat Jenderal Hortikultura tahun 2013 dan ST (Sutrisno) dari swasta. Ketiganya disangkakan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar. HI, EM dan ST diduga telah memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan atau kesempatan karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara terkait pengadaan fasilitas sarana budidaya mendukung pengendalian UPT (Unit Pelaksana Teknis) dalam rangka belanja barang fisik lainnya untuk diserahan kepada masyarakat atau pemerintah di Ditjen Hortikulutra tahun 2013. Nilai kontrak pengadaan sekitar Rp18 miliar daan dugaan kerugian negara lebih dari Rp10 miliar.
Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99