Rabu, 17 Oktober 2018

Imigrasi Sabang Deportasi 4 WNA

Oleh: alex
Sabtu, 07 Juli 2018 06:17:00
BAGIKAN:
istimewa.
Petugas Imigrasi.

SABANG (MM): Kantor Imigrasi Kelas II Sabang telah mendeportasi sebanyak empat orang warga negara asing (WNA) yang merupakan anak buah kapal FV STS-50 berbendera Togo, buronan International Police (Interpol).

"Ke-4 WNA ABK Kapal FV STS-50 berbendera Togo yang masing-masing berkewarganegaraan Rusia 2 orang dan Ukraina 2 orang telah di deportasi dan diberangkatkan pada, Kamis 5/7 dan pada, Jumat 6/7 melalui Bandara Soekarno Hatta dengan penerbangan Qatar Airways tujuan akhir Kiev dan Moskow," kata Kepala Kantor Imigrasi Sabang Anton Helistiawan melalui sambungan Telepon dari Sabang, Jumat 7 Juni 2018.

Dia menyatakan, pihaknya telah melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa deportasi kepada 4 WNA yang terdiri dari 2 warga Negara Ukraina berinisial DS (29), LY (34) dan 2 warga Negara Rusia berinisial AA (32) dan KV (56) sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Mereka dideportasi karena berada di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dokumen perjalanan dan visa yang sah dan masih berlaku serta patut diduga telah melakukan atau tidak menaati peraturan perundangan undangan yang berlaku sejak ditangkap oleh pihak TNI AL Lanal Sabang dengan dugaan terkait tindak pidana perikanan," ujarnya.

Anton mengakui, Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Sabang telah berkoordinasi dengan pihak Lanal Sabang maupun Kejaksaan Negeri Sabang terkait pendeportasian ke-4 WNA tersebut, karena tidak dibutuhkan lagi keterangannya dalam proses hukum tindak pidana perikanan yang disangkakan kepada Nakhoda Kapal STS-50 itu.

Lebih lanjut katanya, proses deportasi kali ini mendapat perhatian penuh dari pihak kedutaannya masing masing dan hingga kini masih tersisa 6 orang ABK Kapal STS-50 asal Rusia berada di Kota Sabang.

"Dari 10 WNA ABK kapal STS-50 itu, baru empat orang di deportasi dan enam orang lagi warga negara Rusia masih berada di Sabang guna menjalani proses hukum yang sangkakan kepada Nakhoda Kapal STS-50 tersebut," jelasnya. Kapal STS-50 dan IMO 8514772 buronan Interpol yang di Nahkodai Matveev Alesandr warga Negara Rusia bersama 30 ABK-nya ditangkap Kapal Angkatan Laut (KAL) Simeulue dibawah koordinasi TNI-AL Lanal Sabang, Provinsi Aceh di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Jumat 6/4.

Kemudian kapal tersebut serta ABK-nya berjumlah 30 orang, termasuk 20 di antaranya warga Indonesia (WNI) dan delapan orang warga Negara Rusia, dua orang warga Negara Ukraina digiring ke Dermaga Pangkalan TNI AL Sabang untuk dimintai keterangannya terkait dugaan pelanggaran perikanan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima Komando Armada Barat Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Yudo Margono sebelumnya menyatakan, Kapal STS-50 atau Andrey Dolgov memasang bendera Negara Togo (Afrika) hanya untuk alibi.

"Di atas kapal ditemukan pukat dan untuk sementara sesuai informasi yang diperoleh dari Interpol diduga mereka melakukan pelanggaran perikanan," kata Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Pangkalan Lanal Sabang ketika berkunjung ke kapal tersebut.

"Kapal ini sebelumnya pada Oktober 2017 pernah ditangkap di China, kemudian Februari 2018 ditangkap di Mozambik (Afrika)," tambah Pangarmabar.

Pangarmabar juga menyatakan, terkait proses hukum terhadap kapal buronan Interpol tersebut nantinya akan diserahkan kepada Tim Satgas 115 yang dibentuk Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99