Senin, 21 Mei 2018

Ditjen PAS Dukung Pemberantasan Narkoba di Lapas

Oleh: marsot
Rabu, 17 Januari 2018 16:35:00
BAGIKAN:
istimewa.
Narkoba.

JAKARTA (MM): Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah atas dugaan keterlibatan Kepala Rutan Purworejo, Cahyono Adhi Satriyanto (CAS) dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) bisnis narapidana narkoba, CJK alias Sancai.

Meski begitu, Ditjen PAS tetap mendukung upaya pemberantasan peredaran gelap narkoba, termasuk bila melibatkan petugasnya.

"Kami tetap konsisten pada langkah-langkah yang berkaitan dengan pemberantasan narkoba, termasuk yang menimpa oknum petugas Pemasyarakatan, CAS," kata Sekretaris Ditjen PAS, Sri Puguh Budi Utami, Rabu di Jakarta, Rabu 17 Januari 2018.

Peristiwa yang menimpa Kepala Rutan Purworejo menurutnya adalah bagian dari oknum yang tidak mewakili sikap keseluruhan petugas Pemasyarakatan. Apabila terbukti adanya keterlibatan petugas, baik langsung maupun tidak langsung, maka sanksi akan dijatuhkan sesuai dengan seberapa besar pelanggarannya.

Terbukti pada tahun 2017 sebanyak 18 petugas Pemasyarakatan diberhentikan dengan tidak hormat karena terlibat perkara narkoba. Untuk itu, Ditjen PAS terus bekerjasama dengan BNN dalam memberantas narkoba, termasuk peredarannya.

"Baru-baru ini Ditjen PAS juga telah mencanangkan Lapas High Risk di Nusakambangan bagi narapidana "high risk" yang berpotensi besar mengulangi tindak pidananya. Petugasnya adalah orang-orang terpilih dan berintegrasi yang sudah melalui assessment," Utami.

Rencananya tahun ini akan segera dioperasikan dimana satu narapidana ditempatkan di satu kamar dan tidak ada komunikasi langsung antar petugas dengan narapidana, katanya.

Kami tetap bersemangat dan yakin masih banyak petugas Pemasyarakatan yang memilki integritas dan komitmen tinggi untuk perang terhadap narkoba seperti yang sering ditegaskan oleh Bapak Menteri," kata Utami.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Ade Kusmanto, juga menegaskan siapa pun petugas Pemasyarakatan yang terbukti terlibat perkara narkoba akan dijatuhi sanksi berat, baik administratif maupun pidana, seperti dinonaktifkan dari jabatannya dan pemberhentian dengan tidak hormat.

"Kami menyatakan perang terhadap narkoba, namun dalam hal ini tetap menjunjung tinggi asas praduga tal bersalah sambil menunggu hasil penyelidikan, penyidikan, dan pengembangan BNN selanjutnya," kata Ade.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Ibnu Chuldun, telah membebastugaskan CAS dari jabatannya sebagai Kepala Purworejo. Ia juga telah menugaskan Kepala Bapas Klaten untuk menjadi Plh. Kepala Rutan Purworejo.

Serta memerintahkan Kepala Kesatuan Pengamanan Purworejo untuk sementara bertanggung jawab atas situasi dan kondisi keamanan serta ketertiban Rutan Purworejo sambil menunggu perkembangan penyidikan.

"Kami telah membentuk tim untuk melakukan pemeriksaan dan menggali keterangan kepada yang bersangkutan. Sesuai dengan arahan dan perintah Menteri Hukum dan HAM serta Plt. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, kami kuat bersikap untuk selalu menyatakan perang terhadap narkoba, kata Ibnu.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99