Rabu, 15 Agustus 2018

3 Pegiat Demokrasi di Hong Kong Dipenjara

Oleh: alex
Senin, 11 Juni 2018 18:51:00
BAGIKAN:
istimewa.
Dipenjara.

HONG KONG (MM): Tiga penentang dari oposisi pemuda pendukung demokrasi dijebloskan ke penjara pada Senin karena keterlibatan mereka dalam kerusuhan.

Pengadilan menjatuhkan hukuman paling keras atas pegiat demokrasi sejak kota itu kembali ke kekuasaan China pada 1997.

Edward Leung, 27 tahun, salah seorang pemimpin gerakan yang mendorong kemerdekaan Hongkong dari China, dijatuhi hukuman penjara enam tahun karena terlibat kerusahan dan menyerang polisi dalam unjuk rasa pada 2016, yang berubah jadi kekerasan. Dia dinyatakan bersalah oleh juri dan mengakui menyerang petugas keamanan.

Lo Kin-man dan Wong Ka-kui, dua pegiat lain, dijatuhi hukuman penjara masing-masing tujuh tahun dan 3,5 tahun karena keterlibatannya dalam kerusuhan tersebut.

Sekitar 130 orang, sebagian besar polisi, menderita cedera ketika para pengunjuk rasa yang memakai penutup wajah melempar bebatuan ke arah polisi dan membakar kaleng-kaleng bekas untuk menunjukkan kemarahan mereka terhadap apa yang mereka lihat sebagai gangguan China Daratan atas otonomi dan kebebasan kota itu. Pemerintah dengan cepat memberi label aksi mereka sebagai "kekerasan".

Leung mendukung pemisahan Hongkong dari China karena Beijing tak lagi memandang prinsip "satu negara dua sistem" yang memberikan kota itu tingkat otonomi tinggi sejak Hongkong diserahkan Inggris kepada China pada 1997.

Belum jelas apakah dia akan mengajukan banding terhadap hukuman yang dijatuhkan atas dirinya itu.

Leung tampak tenang mendengarkan Hakim Pengadilan Tinggi Anthea Pang mengumumkan hukuman tersebut, sementara sekitar 150 pegiat dan pendukung yang menyaksikan siaran langsung persidangan itu di luar gedung pengadilan mengeluarkan kata-kata ejekan dan penolakan.

Pang mengecam aksi tersebut yang ia katakan telah menimbulkan "bahaya besar" terhadap mereka yang berada di lokasi, dan yang dibenarkan untuk memberlakukan hukukam untuk membuat jera.

"Pengadilan secara mutlak tidak mengisinkan perselisihan politik atau mata pencarian diungkapkan melalui kekerasan," kata wanita hakim itu.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99