Sabtu, 23 Juni 2018

2 Staf Penyiaran dari Korea Selatan Dideportasi

Oleh: Jallus
Senin, 11 Juni 2018 05:13:00
BAGIKAN:
reuters.
Warga Korea Selatan.

SINGAPURA (MM): Dua anggota staf stasiun penyiaran nasional Korea Selatan telah dideportasi dari Singapura setelah mereka ditahan karena menerobos di kediaman duta besar Korea Utara untuk Singapura, kata kepolisian, Minggu 10 Juni 2018.

Kabar soal pendeportasian, hanya beberapa saat sebelum pertemuan puncak antara pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara berlangsung, muncul pada saat menteri dalam negeri Singapura mengatakan seorang pria telah ditolak masuk ke negara itu pada Sabtu karena ia melakukan pencarian dengan kata kunci "pengeboman bunuh diri" di teleponnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sudah tiba di Singapura pada Minggu menjelang pertemuan puncaknya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Pertemuan itu diperkirakan dapat mengakhiri percekcokan soal nuklir antara keduanya dan dan mengubah keadaan di Korut.

Presiden Trump dijadwalkan mendarat di Singapura pada Minggu petang.

"Izin berkunjung bagi dua pria Korea Selatan telah dicabut dan mereka telah dipulangkan ke Republik Korea pada 9 Juni 2018," kata kepolisian dalam pernyataan pada Minggu.

Kedua orang itu merupakan anggota staf KBS, stasiun penyiaran publik Korea Selatan yang menjalankan layanan radio, televisi dan media daring.

Sebelumnya pada Minggu, Menteri Dalam Negeri Singapura K. Shanmugam mengatakan kepada para wartawan bahwa beberapa orang telah dicegah memasuki Singapura.

"Kemarin, kami menahan seseorang dari sebuah negara di kawasan, yang oleh para petugas ICA (Badan Imigrasi dan Pos Pemeriksaan) ... ketika mereka menggeledah teleponnya, orang tersebut melakukan pencarian soal pengeboman bunuh diri." Shanmugan mengatakan beberapa orang lainnya juga telah ditolak masuk ke Singapura dalam beberapa hari terakhir ini karena alasan keamanan. Namun, ia menolak memberikan keterangan lebih lanjut.

Pertemuan Trump-Kim akan memakan biaya sekitar 20 juta dolar Singapura (sekitar Rp208,7 miliar), ungkap Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong kepada media setempat pada Minggu. Sebagian besar dana itu dikeluarkan untuk membiayai pengamanan pertemuan yang paling banyak mengundang perhatian itu yang pernah dilangsungkan di negara kota tersebut.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99