Rabu, 17 Oktober 2018

Festival Budaya Dayak di Barito Utara

Oleh: Jallus
Jumat, 20 Juli 2018 03:27:00
BAGIKAN:
istimewa.
Budaya.

MUARA TEWEH (MM): Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, menyelenggarakan Festival Budaya Suku Dayak "Iya Mulik Bengkan Turan" pada 26-28 Juli 2018 yang diikuti peserta dari sembilan kecamatan setempat.

"Kegiatan budaya suku Dayak ini diharapkan dapat menjadi sebuah kegiatan untuk menggali, memasyarakatkan, mengembangkan serta melestarikan seni budaya tradisional di daerah ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Barito Utara Arbaidi di Muara Teweh, Kamis 19 Juli 2018.

Menurut Arbaidi, penyelenggaraan festival budaya "Iya Mulik Bengkang Turan" atau pantang menyerah sebelum berhasil ini yang merupakan semboyan daerah setempat dalam rangka memeriahkan HUT ke-68 kabupaten setempat tahun 2018 dengan kegiatan di arena terbuka Tiara Batara dan Lapangan Hijau Muara Teweh dengan pendaftaran mulai sekarang hingga 26 Juli di Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga setempat.

Kabupaten Barito Utara memiliki keanekaragaman suku, adat istiadat, bahasa dan budaya. Kemudian kekayaan khazanah seni budaya tradisional tersebut hendaknya dapat menjadi suatu kebanggaan dan potensi yang mendukung di dalam pembentukan etika, budaya dan moral masyarakat setempat.

"Kebanggaan dan kecintaan terhadap seni budaya tradisional ini, akan memupuk dan memelihara sikap nasionalisme dan memelihara sikap nasionalisme, yang dilandasi semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI," katanya.

Kegiatan tersebut memperlombakan olahraga tradisional dan lomba kesenian antarkecamatan itu yakni lomba dayung tradisional, balogo, bagasing, manyipet, mangaruhi, sepak sawut, tari pedalaman, menetek maneweng menyila kayu, besei kambe, karungut, lagu daerah, tari pesisir dan fotografi.

Festival itu diikuti Kecamatan Teweh Tengah, Lahei Barat, Lahei, Teweh Selatan, Teweh Baru, Gunung Timang, Teweh Timur, Gunung Purei dan Montallat.

"Melalui festival ini dengan harapan sebagai upaya menggali atau mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional suku Dayak yang dimiliki menjadi objek wisata daerah," ujar Arbaidi.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99