Senin, 21 Mei 2018
  • Home
  • Hiburan
  • Cap Go Meh di Semarang Bakal Sedot Pengunjung

Cap Go Meh di Semarang Bakal Sedot Pengunjung

Rabu, 15 Februari 2017 06:46:00
BAGIKAN:
istimewa
Cap Go Meh.

SEMARANG (MM): Perayaan "Cap Go Meh" bakal digelar di Semarang pada 19 Februari 2017 dengan target 12 ribu pengunjung yang akan meramaikan gelaran itu dengan makan lontong Cap Go Meh bersama-sama.

"Kami akan menggelar perayaan Cap Go Meh dengan mengajak seluruh masyarakat Kota Semarang," kata Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah Dewi Susilo Budiharjo di Semarang, Selasa.

Menurut dia, perayaan tradisi budaya itu tidak memandang suku, bangsa, agama, antargolongan (SARA) sehingga semua lapisan masyarakat bisa ambil bagian untuk memeriahkan acara yang identik dengan makan lontong itu.

Even perayaan Cap Go Meh itu, kata dia, merupakan yang pertama kalinya digelar di Semarang yang diharapkan bisa dijadikan sebagai kegiatan tahunan Pemerintah Kota Semarang untuk menjaga kebersamaan dan kerukunan masyarakat.

"Beberapa waktu lalu, ada juga perayaan Cap Go Meh di Berau, Kalimantan Timur, yang diikuti sekitar 10 ribu orang. Di Semarang ini, kami berharap bisa lebih banyak yang datang," kata perempuan pemilik marga Liem tersebut.

Jadi, kata dia, Kota Semarang bisa ikut terangkat dan dikenal secara luas sehingga lebih banyak wisatawan yng tertarik untuk mengunjungi Kota Atlas yang sebenarnya memiliki banyak sekali destinasi unggulan.

"Audiensi dengan Pak Kapolda sudah dilakukan, beliau mendukung. Kemudian, Pak Wali kota (Wali Kota Semarang, red.) juga yang malah memberikan 'support' agar even ini dimasukkan dalam agenda pariwisata tahunan," katanya.

Untuk kali ini, kata dia, penyelenggaraan even itu bertempat di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang, dimulai pukul 18.00 WIB, dan ke depannya akan dikonsep seperti pasar malam sebagaimana Pasar Semawis.

Selain makan lontong Cap Go Meh bersama-sama, digelar pula dialog budaya yang menghadirkan sejumlah tokoh, seperti  Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), Habib Luthfi bin Yahya, Bhante Dhammasubho Mahathera, dan Romo Aloysius Budi Purnomo.

"Melalui perayaan ini, kami ingin 'nguri-nguri' budaya, sekaligus merawat kebhinnekaan dengan melibatkan kalangan dari berbagai agama, suku, ras, dan budaya. Ada muatan 'pitutur' yang disampaikan para tokoh," ujarnya.

Wakil Ketua I PSMTI Jateng Budhiwalujo Setia menambahkan perayaan Cap Go Meh merupakan kekayaan budaya masyarakat Tionghoa yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa tersekat perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.

"Apalagi, perayaan Cap Go Meh ini merupakan yang pertama kalinya di Semarang. Kami mengundang juga dari kalangan pondok pesantren, organisasi, masyarakat Tionghoa sendiri, dan sebagainya," tutur pemilik marga Sie itu.(ant)

BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99