Selasa, 17 Juli 2018
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Taiwan Dalami Potensi Kerja Sama Kesehatan dengan Indonesia

Taiwan Dalami Potensi Kerja Sama Kesehatan dengan Indonesia

Oleh: marsot
Minggu, 24 Juni 2018 12:03:00
BAGIKAN:
istimewa.
Medis dan kesehatan.

JAKARTA (MM): Pemerintah Taiwan melalui Kebijakan Baru ke Arah Selatan (The New Southbond Policy) tengah mendalami potensi kerja sama di bidang kesehatan dengan Indonesia.

Secara umum Taiwan melihat ada banyak bidang yang bisa dikembangkan untuk kerja sama. Namun, yang terpenting ialah bagaimana Taiwan juga ingin berbagi pengalaman pada isu-isu nasional.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) John Chen saat ditemui dalam sebuah kesempatan di Jakarta.

Mengingat besarnya populasi Indonesia, yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, masalah kesehatan menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Melihat celah kesempatan tersebut, Taiwan optimistis bisa memberikan bantuan dan menjadi rekanan yang tepat untuk mengatasi kendala di bidang kesehatan dalam negeri. Apalagi, Taiwan merupakan salah satu negara dengan teknologi kesehatan terbaik di dunia.

Selain itu, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi yang tengah berkembang. Maka, isu kesehatan juga menjadi perhatian sejalan dengan meningkatnya ekonomi.

Menurut Chen, peningkatan ekonomi juga beriringan dengan meningkatnya risiko berhadapan dengan penyakit. Oleh karena itu, kedua negara bisa berbagi pengalaman dan bekerja sama dalam area ini.

Misalnya, pada upaya pencegahan penyakit endemik atau pelatihan tenaga pelayanan kesehatan hingga asuransi kesehatan nasional, kata Dubes Chen, Minggu 24 Juni 2018.

Menurut dia, kerja sama di bidang kesehatan antara Taiwan dan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Kebijakan politik Taiwan dinilai berjalan selaras dengan kebijakan Indonesia yang sedang mewujudkan Masyarakat Sehat Asean.

Merujuk pada konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan adalah hak asasi dari setiap manusia yang pada dasarnya tidak melihat batas negara, dan tidak membedakan ras, agama, keyakinan politik, maupun kondisi ekonomi sosial.

Merujuk panduan itu, Taiwan pun terus berusaha menjalankan penelitian dan pencegahan terhadap penyakit menular dan epidemi.

Taiwan adalah bagian penting dunia dalam pencegahan penyakit, kata Chen dengan bangga.

Maka dari itu, Taiwan memiliki harapan besar untuk dapat bekerja sama dengan Indonesia dan negara ASEAN lainnya melalui berbagi pengalaman dan berkontribusi bagi dunia medis.

Teliti Nyamuk Mendengar keinginan tersebut, pemerintah pun menyambut baik tawaran bantuan teknis yang diberikan pemerintah Taiwan.

Dengan telah diselenggarakannya seminar bertajuk "New Southbond Policy: Cooperation Potentials on Health Between Taiwan and Indonesia" di Jakarta, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI dapat menggali informasi dan potensi kerja sama yang bisa diciptakan.

Selain itu, dibahas pula apa tantangan dan solusi bidang kesehatan di Taiwan dan Indonesia.

Menyikapi hal ini, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa jajarannya juga berjuang untuk berdiskusi dengan pemerintah Taiwan agar bisa memperoleh bantuan teknis.

Ia telah diundang ke Taiwan untuk melakukan pembahasan mengenai prospek kerja sama bidang kesehatan.

Merujuk pada situasi di departemennya, Elizabeth mengungkapkan bahwa anggarannya masih relatif sangat kecil sehingga sulit untuk melakukan penelitian.

Salah satu yang diharapkan Kemenkes pada pemerintah Taiwan ialah pengadaan "insectarium" atau fasilitas penelitian khusus serangga.

Sebetulnya Indonesia sudah memiliki insectarium. Namun, berada di bawah pengelolaan Badan Litbang, sedangkan Kementerian Kesehatan belum memiliki fasilitas tersebut.

Yang membedakan, katanya melanjutkan, insectarium di Litbang lebih berfungsi sebagai fasilitas penelitian secara umum, sementara kebutuhan di Kemenkes lebih mengarah pada langkah percobaan dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan di bidang kesehatan.

Dengan pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang baik melalui kepemilikan fasilitas tersebut, dia berharap bisa ikut mendukung upaya penanggulangan demam berdarah di Indonesia.

Impian ini juga sudah dia sampaikan dengan Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei John Chen dalam sebuah pertemuan.

Saat mengunjungi Taiwan, Elizabeth menilai negara tersebut sudah sangat maju.

Dalam penggunaan "drone" (pesawat tanpa awak), misalnya, yang di Indonesia hanya untuk keperluan fotografi udara, di Taiwan juga bisa difungsikan untuk membawa insektisida dan melakukan penyemprotan.

Taiwan menggunakan drone untuk melakukan penyemprotan pada daerah yang menjadi sarang nyamuk demam berdarah, dengan dibantu basis data yang telah dihimpun secara terkoordinasi untuk menghindari penyemprotan yang berlebihan.

Bahkan, drone-drone tersebut bisa dikirim ke gorong-gorong besar untuk menyemprot sehingga tidak sembarangan. Sementara itu, di Indonesia, penyemprotan masih dilakukan secara konvensional menggunakan mesin asap yang dampaknya juga bisa menyentuh manusia, kata Elizabeth.

Hal lain yang dia pelajari saat berkunjung ke Taiwan ialah penggunaan "ovitrap" atau penjebak serangga untuk membantu mencegah penyebaran dan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah.

Namun, sayangnya alat tersebut sulit ditemui di dalam negeri dan belum bisa dengan mudah dibeli secara komersial oleh masyarakat di pasaran.

Taiwan berhasil membuktikan keberhasilan alat tersebut untuk menekan pertumbuhan nyamuk demam berdarah karena ovitrap dibuat dengan beragam ukuran dari sekecil mangkuk hingga sebesar drum oli, serta bisa dibeli dengan mudah.

Elizabeth ingin suatu saat alat ini dipasarkan secara umum dan masyarakat bisa membeli dengan mudah.

Padahal, kondisi sekarang sekitar 95 persen penduduk Indonesia usia dewasa pernah digigit nyamuk demam berdarah. Hal itu merupakan angka yang sangat tinggi.

Indonesia ingin belajar dari Taiwan terkait dengan pengendalian nyamuk DB karena di sana sudah hampir tidak ada nyamuk tersebut.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99