Rabu, 14 November 2018

Mengikuti Pertemuan Forum Rektor di Thailand

Oleh: Jallus
Selasa, 16 Oktober 2018 04:47:00
BAGIKAN:
istimewa.
Forum rektor.

DENPASAR (MM): Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar I Gede Arya Sugiartha mengikuti pertemuan Forum Rektor Indonesia dengan Forum Rektor Thailand, yang membahas upaya inovatif perguruan tinggi menghadapi Revolusi Industri 4.0.

"Pembahasan yang ditekankan di sana, bahwa perguruan tinggi harus dikelola dengan inovatif. Sebab diprediksi dengan kemajuan teknologi informasi, maka perguruan tinggi ke depan tidak diperlukan lagi, karena segala sesuatu bisa dipelajari di rumah," kata Arya, di Denpasar, Senin 15 Oktober 2018.

Ia Arya menambahkan, Revolusi Industri 4.0 tidak bisa dilepaskan dari ancaman "disruptive" atau yang bersifat mengganggu sehingga bagi kalangan kampus sejumlah program studi bisa saja gulung tikar, karena tidak mendapatkan mahasiswa sama sekali akibat penggunaan teknologi informasi.

Di sisi lain, tambah dia, forum rektor kedua negara tetangga itu juga merupakan bagian dari agenda kerja sama yang digelar tiap tahun. Rangkaian pertemuan diawali dengan pleno. Kemudian forum dipecah menjadi tiga bagian, yakni forum antar-rektor, dekan dan mahasiswa.

"Pertemuan ini bagian dari kerja sama. Isinya berupa diskusi, saling mengunjungi dan melakukan bencmarking (perbandingan) ke perguruan tinggi yang memiliki keunggulan," ujarnya.

Pada forum antar-rektor, berkutat pada tatanan kebijakan pengelolaan perguruan tinggi. Sedangkan forum antar-dekan, membahas tentang kreativitas para dosen di era milenial karena saat ini dosen dituntut menguasai teknologi (internet) dan mampu membangun hubungan pribadi dengan PT luar negeri.

Terakhir, forum antarmahasiswa, lebih kepada peningkatan wawasan masing-masing, selain itu, mahasiswa juga berkesempatan mengunjungi pameran hasil kreativitas perguruan tinggi di seluruh "Negeri Gajah Putih" itu.

"Ke depan, ISI Denpasar bersiap mempererat kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang mengelola prodi seni di sana," ujarnya.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Arya mengaku 16 kampus dari Thailand telah berkunjung ke kampus ISI Denpasar. Ia pun memuji kualitas perguruan tinggi di Thailand, salah satunya Mahidol University yang memiliki prodi musik yang sangat baik. Tak menutup kemungkinan "benchmark" Prodi Musik ISI Denpasar akan mengarah ke Mahidol University.

Menurut dia, ISI Denpasar memang perlu banyak belajar dari berbagai kampus di luar negeri, terutama ilmu musik modern dan desain. Namun untuk keilmuan yang bersifat tradisional, ISI Denpasar menjadi tujuan utama perguruan tinggi luar negeri.

Terkait ancaman "disruptive", ia yakin ISI Denpasar tetap eksis, karena prodi yang dikelola sebagian besar tidak bisa digantikan dengan teknologi. "Kampus seni yang paling tidak khawatir terhadap ancaman itu," ucapnya.

Arya Sugiartha dalam pertemuan di Thailand dari 10-13 Oktober 2018 itu juga didampingi Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain AA Gde Bagus Udayana, Dekan Fakultas Seni Pertunjukan  I Komang Sudirga, dan dua mahasiswi yakni Sri Ayu Pradnya Larasari dan Ovika Aisanti.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99