Selasa, 16 Juli 2019

Menggagas Panti Lansia Ala Jepang di Indonesia

Oleh: Jallus
Jumat, 28 Juni 2019 04:23:00
BAGIKAN:
istimewa.
Lanjut usia (Lansia).

JAKARTA (MM):Menteri Kesehatan Nila Moeloek menggagas panti lanjut usia yang memiliki kualitas seperti di Jepang untuk dibangun di wilayah Indonesia yang berprospek skala internasional.

Nila saat mengunjungi pengasuh asal Indonesia di panti lansia di Tokyo Jepang, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, mengatakan, rencana pembuatan panti lansia berskala internasional bisa berkonsep asuransi kesehatan khusus bagi para lansia.

"Panti tersebut nantinya dapat memfasilitasi para lansia di Jepang yang akan berlibur ke Indonesia. Misalnya pada saat di Jepang musim dingin para lansia Jepang bisa dibawa ke Indonesia berjemur di Bali dan ditempatkan di panti, bukan di hotel, agar selama liburan kesehatannya tetap terjaga," kata Nila, Kamis 27 Juni 2019.

Di samping itu dipersiapkan juga tenaga dokter, dokter gigi, fisioterapi, dan psikologi klinik, sehingga orang-orang Jepang yang ada di Indonesia juga dapat memanfaatkan panti tersebut.

“Tentunya panti tersebut dilengkapi dengan SDM yang mumpuni di bidangnya, misalnya para caregiver dan para perawat yang sudah bekerja di Jepang dan habis masa kontraknya, dapat bekerja di panti tersebut,” kata Menkes Nila.

Panti itu juga dapat digunakan sebagai wahana praktik calon pengasuh maupun perawat yang akan bekerja di luar negeri, karena permintaan setiap tahunnya meningkat.

Sayangnya, kata Nila, Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut secara maksimal.

Berkenaan dengan hal itu saat ini ada 12 Poltekkes Kemenkes yang sedang disiapkan untuk memenuhi permintaan tenaga tersebut baik melalui pendidikan maupun pelatihan.

Menteri Kesehatan didampingi Kepala Badan PPSDM Kesehatan dan Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDM Kesehatan berkesempatan mengunjungi Panti Izumien Eldery Care dan Sakuraen Elderly Care di Tokyo jelang pertemuan negara-negara G20.

Menkes menemui 19 perawat lulusan Indonesia yang bekerja di Jepang sebagai pengasuh. Penempatan para perawat ini merupakan kerja sama Indonesia dan Jepang yang telah dilaksanakan sejak tahun 2008.

Hingga kini, telah ditempatkan 2.445 perawat dengan skema Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Para perawat yang ditemui Menteri Kesehatan di kedua panti tersebut sebagian besar lulusan institusi pendidikan keperawatan yang ada di daerah, seperti dari Nias, NTT, NTB, Denpasar, Semarang, Indramayu, Cirebon, Banyuwangi dan Sukabumi.

Agar para perawat asal Indonesia bisa meningkatkan status profesi pekerjaannya dari pengasuh menjadi perawat diperlukan ujian dan beberapa syarat termasuk bisa berbahasa Jepang dan minimal bekerja di Jepang selama dua tahun.

Menteri kesehatan dan rombongan juga berkesempatan melihat sarana dan prasarana yang digunakan untuk melakukan ADL (Activity of Daily Living) pada lansia, seperti alat-alat memandikan yang ramah lansia maupun tempat lansia bersantai menghabiskan waktu bersama teman sebaya maupun keluarga.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99