Minggu, 20 Oktober 2019
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Masih Ada Pelajar di China Tak Tahu Tanggal Lahir Ayahnya

Masih Ada Pelajar di China Tak Tahu Tanggal Lahir Ayahnya

Oleh: Jallus
Senin, 17 Juni 2019 02:48:00
BAGIKAN:
istimewa.
Warga China.

BEIJING (MM): Lebih dari 79 persen pelajar di China mengetahui tanggal ulang tahun ayahnya, sedangkan 21 persen lainnya tidak.

Survei laman berita youth.cn tentang relasi para pelajar dan ayah itu dilakukan pada Hari Ayah yang pada tahun ini jatuh pada hari Minggu 16 Juni 2019.

Xu Jianxing dari North China University of Science and Technology selalu ingat akan tanggal kelahiran ayahnya karena sama persis dengan Festival Perahu Naga.

Biasanya remaja pria itu memberikan ucapan ulang tahun kepada ayahnya melalui telepon atau video, demikian media resmi setempat.

Berbeda dengan Sun Jing dari Wuhan University yang selalu menandai tanggal ulang tahun ayahnya di telepon pintar sehingga gadis itu tidak pernah lupa.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa lebih dari 56 persen responden mengaku memiliki hubungan yang bagus dengan ayahnya, sekitar tiga persen cenderung buruk, dan sisaya biasa-biasa saja.

Saat ditanya apakah mereka akan menceritakan perasaannya yang mendalam kepada ayah, lebih dari 54 persen menjawab tidak.

Liu Fangfang, mahasiswi Chongqing Jiaotong University, mengaku relasi dengan ayahnya tidak bagus sejak masih kanak-kanak.

"Kami sering kali bertengkar. Jadi bagaimana mungkin saya bisa menyampaikan perasaan saya kepada ayah?" tuturnya dikutip China Daily.

Lain lagi dangan Li Xiaohong, mahasiswi Anyang Normal University, yang tidak pernah banyak bicara dengan ayahnya meskipun mereka dekat. Baginya lebih baik menyampaikan perasaan kepada ibu.

Sekitar 64,35 persen responden mengaku bahwa ayahnya tidak bagus dalam menanggapi perasaannya, 55,26 persen merasakan ayahnya sebagai orang tua yang bertanggung jawab, 45,45 persen ayahnya sebagai figur yang menyenangkan, 42,45 persen ayahnya sangat serius, 11,41 persen menjadikan ayahnya sebagai idola, namun ada 8,38 persen ayahnya dianggap menakutkan.

Li Yaochao dari Sun Yat Sen University merasakan ayahnya tidak banyak bicara, namun merasakan besarnya tanggung jawab dan cekatan dalam mengatasi persoalan mahasiswa salah satu perguruan tinggi terbesar di Provinsi Guangdong itu.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR

Badai Hantam Jepang

7 hari lalu    China Town

TOKYO (MM): Ratusan ribu warga di Jepang diimbau mengungsi lantaran kekhawatiran terjadinya banjir saat badai kencang diperkirakan menda

satu minggu lalu   Politik

Xi Jinping ke India

satu minggu lalu   Hiburan

Pameran Lukisan di Rumah Sakit Jiwa

satu minggu lalu   China Town

Jalan Layang di China Runtuh, 3 Tewas

satu minggu lalu   Hukum & Kriminal

Penusukan Wiranto, Membuat Demokrasi Rusak

Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99