Selasa, 17 Juli 2018
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Jangan Senyum Kepada Perempuan Rusia, Dianggap Tak Waras

Jangan Senyum Kepada Perempuan Rusia, Dianggap Tak Waras

Oleh: marsot
Minggu, 24 Juni 2018 07:21:00
BAGIKAN:
istimewa.
Perempuan (ilustrasi).

Perempuan Rusia, khususnya di Kota Moskow, terlihat sering jalan sendiri. Mereka berpakaian modis, bahkan terkadang agak terbuka yang mungkin "tabu" jika di Indonesia.

Kendati demikian, mereka tetap penuh percaya diri seolah tak butuh pendamping dari kaum lelaki.

Pantauan di semua lokasi di Kota Moskow, seperti di jalan, dalam trem, kereta, atau metro, serta mal, perempuan Rusia berpenampilan modis dengan dilengkapi beragam aksesori, di antaranya gelang, syal, dan kacamata hitam.

Dalam berjalan pun, mereka seolah tergesa-gesa. Hal ini karena waktunya sudah terjadwal untuk menuju ke suatu tempat dan mengikuti jadwal moda transportasi.

Akan tetapi, menurut sejumlah orang, meski mereka modis, tampilan wajah mereka terkesan dingin. Karena jarang sekali terlihat senyuman yang menghiasi wajahnya. Bahkan, tidak gampang membalas senyum orang lain yang baru kali pertama ditemuinya. Hal itu pun berlaku bagi sebagian besar warga Rusia.

Ada cerita sahabat yang ketika menanyakan alamat, si perempuan yang ditanya enggan menjawab dan langsung pergi. Namun, tidak semuanya, terkadang ada yang begitu ramah justru menjadi tanda tanya. Pasalnya, hal itu pernah dirasakan oleh sahabat tersebut ketika berjalan menyusuri lorong menuju metro, ada seorang perempuan muda tiba-tiba menghampiri dan berjalan mendampinginya.

Dalam perjalan di lorong tersebut, perempuan itu menanyakan kedatangan dan sangat akrab dan seolah tahu semuanya, bahkan mengajak ke metro melalui jalur yang tidak ramai dituju oleh orang. Ketika di persimpangan, dia bersua dengan laki-laki dan berbicara dengan bahasa Rusia. Hal ini menimbulkan kecurigaan, apalagi dia dan lelaki itu sedikit memaksa untuk mengikutinya.

Kelelahan Kembali ke masalah perempuan Rusia dalam penampakan yang dingin dan sulit diajak berkomunikasi, menurut warga Rusia Irina Khatuntseva yang mahir berbahasa Indonesia, hal itu tidak benar semuanya. Perempuan Rusia terlihat dingin karena mungkin lelah dan banyak pikiran.

Menurut dia, tidak gampang menerima senyuman orang yang baru mereka kenal. Bahkan, perempuan Rusia bisa menganggap orang yang mengajaknya tersenyum itu kurang waras sehingga enggan menanggapinya.

Namun, lanjut dia, jika sudah kenal dengan perempuan Rusia (hal ini juga diakui sejumlah orang Indonesia yang berada di negeri itu), mereka sangat menyenangkan untuk diajak berkomunikasi.

Irina yang biasa disapa Ira itu menjelaskan bahwa perempuan Rusia setelah Uni Sovyet pecah cenderung modis. Semua itu didapat dari tayangan teve, majalah, atau melalui jelajah di dunia maya. Akibatnya, sering ditemukan model yang sama dikenakan orang meski mereka tak saling kenal.

Anak muda Rusia, kata Ira yang pernah belajar di Universitas Negeri Yogyakarta melalui program darmasiswa itu, sebagian menggemari sinetron dari Amerika, bahkan belakangan mulai mengikuti tren Jepang dan Korea.

Menyinggung masalah perempuan yang tampil modis, sebenarnya untuk lebih nyaman, kemudian mungkin mencari pacar.

Ira yang memiliki pacar orang Yogya itu menjelaskan bahwa keterbukaan dalam berbusana terjadi setelah Uni Sovyet pecah. Kala itu, semua pakaian orang di negaranya berwarna abu-abu atau tenang. Sekarang sesuka penggunanya, baik pakaian maupun aksesori yang mereka pakai.

Ketika ditanya relatif banyaknya perempuan muda Rusia yang merokok, menurut Ira, beragam alasan, di antaranya karena memang membutuhkan lantaran udara di Rusia dingin dan bisa saja pengaruh teman.

Sebagai contoh, mahasiswi yang tadinya tidak merokok, kemudian kenal dengan rekannya yang perokok, lama-lama yang bersangkutan akan terpengaruh. Biasanya, tempat merokok di lingkungan kampus di halaman luar karena tidak semua tempat bisa digunakan. Di tempat itu bisa menjadi ajang untuk menggali informasi. Pasalnya, di sana akan berkumpul, baik laki-laki maupun perempuan perokok dari beragam fakultas dan jurusan sehingga informasi mengalir di sana.

Lelaki Setia Terkait dengan masalah lelaki yang diharapkan perempuan Rusia, umumnya mereka ingin memiliki suami dari Eropa dan Amerika Latin yang memiliki badan bagus, berwibawa, dan melindungi. Namun, itu tidak mutlak karena masih ada faktor lain yang bisa memengaruhinya.

Untuk menaklukkan hati perempuan Rusia, menurut Ira, tidak gampang karena harus melalui beberapa tahapan. Jika melalui sosial media, biasanya melalui pembicaraan yang menarik. Lelaki jangan terlalu tergesa-gesa menyatakan suka, itu justru bisa menjadi bumerang.

Menurut Ira, ini yang sering dilakukan laki-laki dari Indonesia. Lelaki Indonesia suka membuat drama dan gampang menyerah, dan perempuan Rusia tidak suka. Selain itu, perempuan Rusia tidak mudah menerima pujian. Hal itu bisa diberikan ketika sudah kenal beberapa lama.

Meski mengakui perempuan Rusia gampang tersinggung dan marah dalam hal tertentu, mereka termasuk setia terhadap pasangannya. Oleh karena itu, syarat lelaki yang akan menjadi pacar atau pasangannya, di antaranya tidak boleh selingkuh dan pria yang pintar. Hal ini bisa dilihat dari percakapan. Oleh sebab itu, harus terus belajar dan berkembang serta romantis dan peduli.

Mengenai peduli, jika melakukan pertemuan di kafe atau sejenisnya kali pertama, sang lelaki yang harus membayar walaupun nanti akan bergantian. Bahkan, perempuan yang sering membayar, kemudian sering memberi hadiah walaupun itu hanya setangkai bunga.

Bunga bagi perempuan Rusia memiliki arti tersendiri. Maka, jangan sungkan memberikan bunga ketika dalam pertemuan pertama karena kesannya akan dirasakan berbeda.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99