Minggu, 21 April 2019

Fokus Turunkan Angka Penderita Katarak

Oleh: alex
Jumat, 12 April 2019 03:45:00
BAGIKAN:
istimewa.
Operasi katarak.

AMBON (MM): Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Maluku akan tetap fokus pada penurunan angka penderita katarak di wilayahnya, dengan menggelar bakti sosial (baksos) kesehatan operasi katarak dan pembagian kacamata baca gratis kepada masyarakat di berbagai kabupaten.

"Kami masih tetap dengan program penurunan angka penderita katarak di Maluku, diutamakan pada daerah-daerah yang tidak memiliki dokter mata dan belum pernah ada baksos operasi katarak, minimal dalam empat tahun terakhir," kata Sekretaris PMI Maluku Herry Latuheru di Ambon, Kamis 11 April 2019.

Ia mengatakan program baksos operasi katarak dan pembagian kacamata baca gratis kepada masyarakat di berbagai kabupaten, telah rutin dilakukan oleh PMI Maluku bersama Komite Internasional Palang Merah (International Commitee of the Red Cross - ICRC) sejak lima tahun lalu.

Program tersebut, kata Herry, dimulai dari Kabupaten Buru pada November 2015. Sedikitnya ada 582 orang yang mengikuti screening atau pemeriksaan mata, 104 orang di antaranya menjalani operasi katarak dan 230 orang lainnya diberikan kacamata baca.

Selanjutnya baksos digelar di Kabupaten Buru Selatan pada November 2016. Antusiasme masyarakat terhadap kesehatan mata tampak meningkat tajam. Data menunjukkan sedikitnya ada 925 orang yang datang memeriksakan mata, 117 orang menjalani operasi katarak dan 418 orang mendapatkan kacamata baca.

Pada tahun ketiga, operasi katarak gratis dilaksanakan di Kota Tual pada Juli 2017. Jumlahnya kembali meningkat menjadi 1.322 orang yang memeriksakan kesehatan mata, 124 orang penderita katarak dioperasi dan 742 orang diberi kacamata.

Masih di tahun yang sama, pada November 2017 program baksos dilaksanakan di Kabupaten Seram Bagian Timur. Dalam kesempatan itu sedikitnya ada 858 orang yang menjalani pemeriksaan mata, 104 orang operasi katarak dan 402 mendapatkan kacamata.

Di tahun keempat pelaksanaan program baksos, atas permintaan pemerintah daerah setempat, operasi katarak gratis kembali digelar di Kabupaten Buru Selatan pada Maret 2018. Sedikitnya ada 645 orang yang periksa mata, 100 orang menjalani operasi katarak dan 300 orang mendapatkan kacamata.

"Operasi katarak dan pemberian kacamata gratis yang kami laksanakan ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu, sehingga diharapkan dengan adanya baksos kesehatan yang kami laksanakan dapat membantu mereka," katanya.

Herry melanjutkan, pada 2019, operasi katarak difokuskan di bagian selatan Maluku, yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, baksos tidak hanya dipusatkan di satu tempat.

Baksos operasi katarak yang melibatkan dr. Elna Anakotta dari RSUD dr. M. Haulussy Ambon dan dr. Miranda Therik-Johannes dari RSUD Ba'a Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur digelar di RSUD dr. D Anatototi Larat pada 1 - 2 April, kemudian dilanjutkan ke RSUD dr. PP Magretti Saumlaki pada 4 - 5 April.

Jumlah pasien yang memeriksakan mata di RSUD dr. D Anatototi mencapai 759 orang, 56 orang di antaranya menjalani operasi katarak dan 482 orang diberikan kacamata baca. Sedangkan di RSUD dr. PP Magretti ada 625 orang pasien yang diperiksa, 51 orang di operasi dan 291 orang mendapatkan kacamata.

"Total dalam lima tahun terakhir ada 5.716 pasien mata yang diperiksa, 656 orang yang dioperasi dan 2.811 orang diberikan kacamata baca. November nanti kami akan mulai 'assessment' untuk melihat tingkat kebutuhan masyarakat terhadap operasi katarak. Ada dua pilihan yang kami tuju, Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya," ucapnya.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2019 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99