Rabu, 13 Desember 2017

Pembangunan Drainase di Medan Kurang Perencanaan

Oleh: marsot
Rabu, 06 Desember 2017 02:51:00
BAGIKAN:
marsot
Banjir di Medan.

MEDAN (MM): Pembangunan drainase menjadi perhatian serius Kota Medan karena dinilai vital untuk mengendalikan air hujan yang berlebihan agar tidak banjir.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin   mengatakan  saat ini Dinas Pekerjaan Umum tengah melakukan pembenahan drainase disejumlah lokasi, karena memang banyak drainase yang sudah tidak layak sehingga kadang tidak mampu menampung air terutama pada musim hujan.

"Salah satunya drainase yang dibenahi adalah yang berada mulai dari simpang Titi Bobrok sampai simpang Jalan Dr Mansyur Kecamatan Medan Selayang," ujarnya, Selasa 5 Desember 2017.

Saat ini puluhan pekerja tengah memasang mal kayu di sisi kiri dan kanan drainase, selesai pemasangan mal akan dilanjutkan dengan pengecoran.

Selain mencegah dinding drainase tidak mudah ambrol, pengecoran yang dilakukan juga bertujuan untuk memperlancar jalannya aliran air.

Oleh karenanya Wali Kota ingin pengerjaan drainase yang dilakukan maksimal sehingga dapat difungsikan sebagai pengendali banjir.

Selain mengecek kualitas pengerjaan drainase yang sedang dilakukan, Wali Kota kembali menyoroti tanah bekas galian drainase yang tak kunjung diangkat.

Karena mulai simpang Jalan Sei Belutu sampai simpang Jalan Dr Mansyur, tanah bekas galian drainase dibiarkan menumpuk di bahu jalan.

Selain menghalangi warga saat melintas, tumpukan tanah juga menyebabkan kawasan sekitarnya becek dan berlumpur akibat tergerus air hujan, yang parahnya lagi tumpukan tanah sangat menganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada saat jam sibuk.

"Kami tidak ingin pengerjaan yang dilakukan asal jadi sehingga fungsi drainase sebagai pengendali banjir tidak terwujud. Jika pengerjaan drainase sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, insya Allah dapat meminimalisir terjadinya genangan air maupun banjir," katanya.

Warga Medan menilai pembangunan drainase di Medan jauh dari perencanaa yang ideal. Semakin dibangun drainase (parit) banjir  masuk ke badan jalan. "Coba Anda perhatikan, sejumlah pembangunan drainase di Medan dibuat tanpa perencanaan dan kualitasnya sangat rendah, sehingga air hujan tak tertampung dan drainase rusak," ujar sejumlah warga.

Diduga, pengerjaan proyek pembangunan parit atau drainase di Medan dikerjakan orang dalam dengan menggunakan perusahaan tertentu dan sejumlah preman (yang mengaku tokoh pemuda), sehingga para pengawas dan Dinas terkait di Medan tak berani melakukan tindakan jika pembangunan drainase tak sesuai perencanaan. Dia mencontohkan drainase sepanjang jalan Pintu Air IV (jalan menuju objek wisata Kebun Binatang Medan) sudah rusak padahal baru tiga tahun dikerjakan. Air masuk ke badan jalan, sehingga banyak lobang besar yang membahayakan pengendara.

"Masa iya...jalan menuju objek wisata Kebun Binatang penuh lobang dan drainase dari Simpang Kuala sampai Sungai Babura tak mampu menampung air hujan setengah jam saja," ujar warga kesal terhadap Wali Kota Medan Zulmi Eldin dan para stafnya. "Dana yang habis sekitar Rp5 miliar, namun kondisi drainase dan jalan sangat tak layak sebagai jalan objek wisata."

Parahnya lagi, kata dia, penisipan dilakukan dengan batu bongkaran bangunan. "Penimbunan lobang seperti ini hanya tahan dalam hitungan jam. Sekali-sekali wali kota bisa lintaslah ke sana. Agar beliau melihat kondisi jalan menuju objek wisata Kebun Binatang Medan," tutur warga.

BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99