Sabtu, 18 November 2017

PLN Ditawari Penyimpanan Gas di Singapura

Oleh: Alex
Rabu, 06 September 2017 05:44:00
BAGIKAN:
istimewa
Singapura.
JAKARTA (MM): PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan telah ditawari "storage" atau tempat penyimpanan gas alam cair (LNG) di wilayah Singapura. Direktur Pengadaan Strategis II PLN Supangkat Iwan Santoso ketika ditemui di Kementerian Kemaritiman, Jakarta, mengatakan ada potensi kerja sama dengan Keppel Offshore and Marine, berupa penyewaan fasilitas penyimpanan (storage). "Ini hanya fasilitas untuk logistik gas yang diobrolkan tadi. Jadi di sana mereka punya 'storage', dermaga kecil, sehingga bisa menggunakan kapal kecil untuk mengirim. Kalau soal gas-nya, itu pemerintah ya," katanya, Selasa 5 September 2017. Ia menjelaskan saat ini PLN memang membutuhkan fasilitas tersebut karena akan ada pembangkit gas dengan total kapasitas 240 megawatt (MW) di Tanjung Pinang. Iwan menjelaskan rencana pembangkit tersebut di Natuna dan Tanjung Pinang dengan kapasitas 240 MW. Sementara itu Kepala Divisi Minyak dan Gas PLN, Chairani Rachmatullah, mengatakan tawaran kerja sama tersebut hanya sebatas di infrastruktur gas saja, tidak ada rencana jual-beli gas. "Pembicaraan Ini bukan ada LNG murah harga 3 dolar," kata Chairani. Ia menjelaskan bahwa pembicaraan dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan bukanlah persoalan mengenai transaksi LNG dari Singapura. Chairani menjelaskan memang di Singapura ada terminal penyimpanan gas alam cair yang kapasitasnya dibutuhkan oleh Indonesia, namun penawaran tersebut akan dipertimbangkan apabila harganya memang murah. Terutama lebih murah dari penyimpanan yang ada di Bontang, Kalimantan Timur. "Itu pun sepanjang mereka bisa kasih harga murah, kalau kita lebih murah bawa dari Bontang, ngapain kita bawa dari dia. 'Kek mana' yang murah?," tanyanya. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan bahwa Singapura menawarkan pasokan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk menghidupkan pembangkit listrik di sejumlah wilayah terpencil sekitar Sumatera dan Gorontalo bukan terkait infrastruktur penyimpanan LNG. "Tadi Singapura menawarkan untuk LNG dan untuk listrik di tujuh tempat di Indonesia bagian barat, dari Nias, Lhouksemawe, Riau dan lainnya," kata Luhut, Selasa (15/8). Luhut menuturkan LNG itu nantinya akan disalurkan dengan fasilitas yang dapat digerakkkan ke lokasi-lokasi tujuan dengan terminal terapung yang di dalamnya dilengkapi dengan fasilitas untuk menampung LNG dan fasilitas untuk mengubah LNG menjadi gas (regasifikasi) atau lazim disebut Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Menurut Luhut, kerja sama dengan Singapura itu punya potensi yang bagus lantaran nantinya harga gasnya akan jauh lebih murah, yakni di kisaran 3,8 dolar AS per MMBTU.
Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2017 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99