Jumat, 16 November 2018

Mayora Group Kerja Sama dengan Pedagang Kaki Lima

Oleh: marsot
Kamis, 25 Oktober 2018 03:54:00
BAGIKAN:
istimewa.
Mayora.

BANDUNG (MM): Mayora Group melalui Teh Pucuk Harum berkolaborasi dengan Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL) dan Dinas UMKM Kota Bandung menghadirkan tempat makan dengan konsep baru yaitu Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar yang terletak di Taman Malabar Kota Bandung.

Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar tersebut diresmikan oleh Walikota Bandung  Oded Mohamad Danial.

"Mayora Group melalui Teh Pucuk Harum secara konsisten mewujudkan komitmennya untuk memajukan industri UMKM di Indonesia khususnya di daerah, salah satunya dengan merelokasi para pelaku UMKM dibidang kuliner ke tempat yang lebih layak dan nyaman dengan konsep yang baru dan unik," kata Direktur PT. Mayora Indah Tbk. Riko Sistanto, Rabu 24 Oktober 2018.

Dia menjelaskan Teh Pucuk Harum Food Street merupakan wadah berjualan yang ditujukan bagi para pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi Pekerja dan Pedagang Kaki Lima (APPKL). Melalui wadah ini para pelaku usaha kuliner diberikan sarana untuk berjualan dengan tempat yang lebih bagus, nyaman dan aman, didesain dengan konsep yang unik dan stylish dan diharapkan wadah kuliner ini dapat menarik para penikmat kuliner untuk menikmati makanan dengan pilihan makanan yang bermacam-macam dengan suasana yang berbeda.

Ia mengatakan dengan menghadirkan Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar, maka Kota Bandung dipilih menjadi salah satu kota dilaksanakannya program yang dipastikan akan terus berlanjut ke berbagai kota besar di Indonesia.

Dia mengatakan saat ini tren berburu kuliner atau makanan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat khususnya para penikmat kuliner atau yang biasa disebut Foodies.

Kota Bandung sendiri merupakan salah satu kota yang sangat terkenal dengan wisata kulinernya yang enak, didukung dengan udara yang sejuk dan suasana yang nyaman, Bandung telah menjadi salah satu kota wisata kuliner di Indonesia yang sangat diminati oleh para Foodies.

Menurut Riko Sistanto, industri Kuliner merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi kota Bandung, seiring dengan semakin meningkatnya pelaku UMKM di kota Bandung.

Namun, peningkatan jumlah pelaku UMKM ini menimbulkan berbagai masalah pengunaan ruang publik, salah satunya pelanggaran berjualan dipinggir jalan/bahu jalan, pungutan liar dan tidak tertib terhadap peraturan pemerintah.

Lebih lanjut ia mengatakan Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar Bandung merupakan bagian dari program Pucuk Coolinary Festival sebagai festival kuliner terbesar di Indonesia.

Program ini melibatkan Sahabat Kuliner Teh Pucuk Harum di mana para Foodiesdapat menemukan rasa favorit mereka di Kota Bandung.

Program ini akan di gelar dikota Bandung pada tanggal 27-28 Oktober 2018 di Lapangan Pussenif Bandung.

"Dengan adanya wadah ini, diharapkan dapat meningkatkan sektor UMKM kota Bandung khususnya pelaku usaha kuliner dalam mengembangkan bisnisnya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya beli di daerah tersebut. Dan bagi para foodies, disinilah kalian dapat menikmati kuliner-kuliner favorit khas kota Bandung dengan nuansa lebih stylish, nyaman dan aman," kata Riko.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Oded M Danial menyambut baik diresmikannya Teh Pucuk Harum Food Street Valkenet Malabar di Taman Malabar Kota Bandung karena dengan adanya tempat ini maka para pelaku usaha kuliner diberikan sarana untuk berjualan dengan tempat yang lebih bagus, nyaman dan aman, didesain dengan konsep yang unik.

"Kami menyambut baik adanya Malabar Food Street ini terwujud berkat kolaborasinya dengan PT Mayora Indah Tbk," kata Oded.

Menurut dia saat ini Pemkot Bandung sedang memetakan sejumlah lokasi yang akan dijadikan kawasan khusus PKL.

"Jadi kami punya perhatian khusus. Karena PKL ini sudah terbukti sebagai usaha masyarakat yang bertahan saat guncangan krisis ekonomi," katanya.

Sehingga, dalam pembuatan zonasi khusus pelaku usaha mikro ini pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak lain mengingat keterbatasan kemampuan yang dimiliki negara. "Wajib pengusaha atau siapapun mendorong ini. Bisa melalui CSR. Jadi kolaborasi, partisipasi harus kita perkuat," kata Oded.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99