Selasa, 19 Juni 2018

Korea Selatan Akan Larang Pedagangan Mata Uang Digital

Oleh: alex
Jumat, 12 Januari 2018 00:19:00
BAGIKAN:
istimewa.
Bitcoin.

SEOUL (MM): Pemerintah Korea Selatan mengatakan berencana melarang perdagangan mata uang digital, sehingga harga "bitcoin" turun dan mengacaukan pasar koin maya, saat polisi dan petugas pajak menyerbu penukaran setempat atas tuduhan penghindaran pajak.

Penutupan perdagangan di Korea Selatan, sumber penting permintaan mata uang digital dunia, muncul saat pembuat kebijakan di seluruh dunia berjuang mengatur harta, yang nilainya meroket setahun belakangan.

Menteri Kehakiman Park Sang-ki mengatakan, pemerintah menyiapkan rancangan undang-undang untuk melarang perdagangan mata uang maya di bursa dalam negeri.

"Ada kekhawatiran besar mengenai mata uang maya dan kementerian kehakiman pada dasarnya menyiapkan rancangan undang-undang untuk melarang perdagangan mata uang maya melalui pertukaran," kata Park pada jumpa pers, menurut kantor pers kementerian tersebut, Kamis 11 Januari 2018.

Pejabat pers mengatakan bahwa pelarangan itu, yang diajukan pada perdagangan mata uang maya, diumumkan setelah diskusi dengan badan pemerintah lain, termasuk kementerian keuangan dan pengatur keuangan negara tersebut.

Begitu rancangan undang-undang tersebut dirancang, undang-undang untuk melarang perdagangan koin virtual akan memerlukan suara mayoritas dari 297 anggota Majelis Nasional, sebuah proses yang bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Sikap keras pemerintah memicu aksi jual mata uang digital di bursa lokal dan luar negeri.

Harga lokal "bitcoin" anjlok 21 persen pada perdagangan tengah hari menjadi 18,3 juta won (17.064,53 dolar Amerika Serikat) setelah pernyataan menteri tersebut. Mata uang tersebut masih diperdagangkan di sekitar premi 30 persen dibandingkan dengan negara lain.

"Bitcoin" turun lebih dari 10 persen pada Bitstamp yang berbasis di Luksemburg pada harga 13.199 dolar AS, setelah sebelumnya turun serendah 13.120 dolar AS, terlemah sejak 2 Januari. Saham yang berhubungan dengan mata uang digital Korea Selatan juga terpukul. Vidente dan Omnitel, yang merupakan pemegang saham Bithumb, tergelincir oleh batas perdagangan harian masing-masing 30 persen.

Park Nok-sun, analis mata uang digital di NH Investment & Securities, mengatakan bahwa perilaku kawanan di pasar koin virtual Korsel telah menimbulkan kekhawatiran.

Lonjakan 1.500 persen dari "bitcoin" tahun lalu telah memicu permintaan besar akan mata uang digital di Korsel, menarik mahasiswa hingga ibu rumah tangga dan memicu kekhawatiran pada kecanduan perjudian.

"Koin maya diperdagangkan dengan premi lumayan di Korsel dan itu adalah perilaku kawanan, yang menunjukkan seberapa kuat permintaan di sini," kata Park, "Beberapa pejabat mendorong peraturan lebih kuat, karena mereka hanya melihat lebih banyak yang terjun, tidak keluar."

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99