Rabu, 18 Juli 2018

Kerja Sama Jepang-Indonesia Diharapkan Meningkat

Oleh: marsot
Kamis, 05 April 2018 00:44:00
BAGIKAN:
reuters.
Industri di Jepang.

JAKARTA (MM): Ketua DPR RI Bambang Soesatyo yang akrab dipanggil Bamsoet berharap kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang ke depan semakin meningkat dan berkeadilan.

"Jepang adalah mitra strategis bagi Indonesia. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Jepang, tak terasa sudah berjalan 60 tahun," kata Bambang Soesatyo, usai menerima Duta Besar Jepang untuk Indonesia Mr Masafumi Ishii, di ruang rapat pimpinan DPR RI, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun dan Ahmadi Noor Supit, serta Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Syahroni.

Sedangkan Duta Besar Jepang didampingi Kepala Bagian Politik Kedutaan Jepang Takonai Susumu dan Counsellor Kedutaan Besar Jepang Yasue Katsunobu.

Pada kesempatan tersebut, Bambang Soesatyo mengapresiasi neraca perdagangan Indonesia-Jepang yang terus mengalami surplus sejak tahun 2015.

Menurut Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, pada 2017 ekspor Indonesia ke Jepang tercatat 17,790 miliar USD, sedangkan impor sebesar 15,242 miliar USD, sehingga Indonesia surplus 2.548 miliar USD.

"Semoga di tahun berikutnya, nilai surplus bisa terus meningkat," ujar dia.

Bamsoet menjelaskan, DPR RI tidak menafikan peningkatan investasi Jepang di Indonesia, karena Jepang telah menjadi lima besar negara investor di Indonesia.

Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut, nilai investasi Jepang ke Indonesia pada 2016 melonjak 86 persen yang mencapai 5,4 miliar USD atau setara Rp71,8 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2,9 miliar USD.

"Investor Jepang sudah masuk ke sejumlah sektor di Indonesia, antara lain infrastruktur, otomotif, agribisnis, makanan, minuman, manufaktur, hingga mainan anak. Saya harap berbagai bidang lain juga bisa dilakukan kerjasama, terutama di bidang kelautan dan agribisnis," jelas Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, iklim investasi Indonesia terus membaik. Index Ease of Doing Business Indonesia melompat 50 peringkat dalam dua tahun, dari peringkat 122 pada 2015 menjadi peringkat 72 pada 2017.

Menurut Bamsoet, Indonesia juga telah mendapat investment grade dari tiga lembaga pemeringkat internasional.

"Jepang tidak perlu khawatir dengan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama investasi kedua negara," katanya.

Menurut dia, Indonesia memiliki beberapa kerjasama yang baik, antara lain Sea Port Patimban, double track railways Jakarta - Surabaya, Masela block development, kawasan perikanan terintegrasi di Natuna, Sabang, Biak, Moa, Morotai, dan Saumlaki.

"Saya harapkan komitmen kerja sama ini dapat dijaga dengan baik," ujar Bamsoet.

Bamsoet dan Masafumi Ishii, menyatakan sepakat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kedua negara dan pada 2018 ini diharapkan kunjungan wisatawan dapat menembus satu juta jiwa wisatawan.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99