Rabu, 15 Agustus 2018

Kadin Indonesia dan Myanmar Jajaki Peluang Investasi

Oleh: marsot
Kamis, 09 Agustus 2018 03:58:00
BAGIKAN:
reuters.
Aun San Suu Kyi.

JAKARTA (MM): Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Myanmar menjajaki peluang perdagangan dan investasi kedua pihak mengingat potensi kerja sama ekonomi kedua negara yang belum optimal.

"'Business matching' (pencocokan bisnis) perlu terus dilakukan di antara pengusaha kita dan Myanmar. Peluang kerja sama kita cukup besar, belum mencerminkan potensi kerja sama yang seharusnya kita jajaki bersama," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di Jakarta, Rabu 8 Augustus 2018.

Kedua pihak menggelar temu bisnis dalam rangkaian kegiatan kunjungan Minister for Union Government of Myanmar yang juga Kepala Investasi Myanmar U Thaung Tun ke Indonesia di Jakarta, Rabu 8 Augustus 2018.

Berdasarkan catatan Kadin, Pada 2017 Myanmar adalah mitra dagang terbesar ke-42 Indonesia. Total perdagangan antara Indonesia dan Myanmar meningkat dari 729 juta dolar AS pada tahun 2016 menjadi 975 juta dolar AS pada tahun 2017.

Ekspor Indonesia ke Myanmar juga meningkat dari 615 juta dolar AS pada tahun 2016 menjadi 829 juta dolar AS pada 2017. Demikian pula ekspor Myanmar ke Indonesia yang meningkat dari 113 juta dolar AS pada tahun 2016 menjadi 142 juta dolar AS pada tahun 2017.

Sementara itu, neraca perdagangan antara Indonesia dan Myanmar surplus untuk Indonesia. Komoditas utama yang diekspor ke Myanmar adalah minyak sawit, kertas, minyak bumi dan batu bara.

Rosan menjelaskan, beberapa hal yang masih menjadi tantangan dalam perdagangan Indonesia dengan Myanmar di antaranya belum adanya komplementaritas produk ekspor, belum adanya transportasi langsung yang menyebabkan biaya transportasi tinggi sehingga berpengaruh terhadap keberlanjutan pasokan barang serta sistem perizinan yang masih rumit untuk ekspor dan impor.

Di sisi lain, lanjut dia, beberapa peluang perdagangan memiliki potensi sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari beberapa aspek, misalnya harga, di mana kualitas dan metode pembayaran dari beberapa perdagangan komoditas pertanian dapat dinegosiasikan.

Menurut Rosan, sebagai sesama negara Asean, pengusaha Indonesia diharapkan dapat diberikan kesempatan yang lebih luas untuk menembus pasar mereka.

Ada pun hubungan investasi Indonesia-Myanmar juga masih relatif kecil. Pada 2016, investasi Myanmar di Indonesia hanya terdiri dari satu proyek dengan nilai yang kecil, sementara tahun 2017 nilai investasinya adalah 600 ribu dolar AS yang mencakup tiga proyek. Sedangkan nilai investasi Indonesia di Myanmar mencapai lebih dari 200 juta dolar AS.

"Saat ini hubungan perdagangan dan investasinya memang masih relatif kecil, tetapi untuk ke depannya prospek dan peluangnya tetap ada, baik untuk hubungan perdagangan mau pun investasi," ujar Rosan.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99