Senin, 18 Juni 2018

Harga Sarang Burung Walet Naik

Oleh: marsot
Senin, 08 Januari 2018 10:35:00
BAGIKAN:
istimewa.
Sarang Burung Walet.

MUARA TEWEH (MM): Harga sarang burung walet Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dalam empat hari terakhir dari tiga jenis mengalami kenaikan setelah mengalami anjlok sebelum tahun baru 2018.

"Naiknya harga sarang burung walet ini tentunya disambut gembira para pengusaha dan pembudidaya sarang burung walet di daerah ini karena sebelum tahun baru 2018 mengalami anjlok," kata Muslih, seorang pembudidaya sarang burung walet di Muara Teweh, Senin 8 Januari 2018.

Menurut dia, harga sarang burung walet biasanya dieskpor untuk menu sup sarang burung itu untuk jenis mangkok sebelumnya hanya Rp9 juta per kilogram kini naik antara Rp13 juta - Rp14 juta, jenis patahan sebelumnya Rp7 juta naik menjadi Rp12 juta dan jenis sudut dari Rp7 juta menjadi Rp9 juta sampai Rp10 juta per kilogram.

Naiknya harga sarang burung walet ini memang sudah diprediksi biasanya anjlok menjelang tahun baru dan kembali membaik setelah awal tahun.

"Harga ini diperkirakan kembali turun terutama saat menjelang tahun baru Imlek pada Pebruari 2018 nanti, setelah itu biasanya harga normal lagi sekitar bulan Maret," katanya yang biasa panen sarang burung walet setiap 60 hari sekali.

Sementara Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Barito Utara Aswadin Noor mengatakan saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi pemberlakuan pajak sarang burung walet di sembilan kecamatan guna memaksimalkan pendapatan asli daerah setempat.

"Tahun lalu sudah empat kecamatan yang telah dilakukan sosialisasi, sedangkan lima kecamatan lainnya dilakukan tahun 2018," katanya.

Menurut Aswadin Noor, kecamatan yang telah dilakukan sosialisasi antara lain Kecamatan Lahei, Teweh Baru, Montallat dan Teweh Tengah.

"Meski lima kecamatan masih belum dilakukan sosialisasi, pemberlakuan pajak sarang burung walet tetap diterapkan sejak September 2017 sebesar 10 persen dari harga pasaran umum, pajak sarang burung walet merupakan salah satu dari 11 pajak daerah," katanya.

Dari 1.469 rumah sarang burung walet yang tersebar di sembilan kecamatan di Barut yang ada berbeda dengan pajak daerah lainnya, yang terpusat di kabupaten. Rumah sarang burung walet 76 persen lebih berada di Kecamatan dan desa sehingga peran perangkat kecamatan dan desa dalam pemungutan pajak sarang burung walet semakin besar dan penting.

"Memang belum semua sarang burung walet tersebut berproduksi dan belum menjadi wajib pajak. Namun pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung pengelola rumah sarang burung walet yang telah dibangun dapat berproduksi sehingga mendorong perekonomian daerah dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Aswadin Noor.
 

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99