Sabtu, 20 Oktober 2018

Forum Bisnis Indonesia-China Mampu Hasilkan Sejumlah Kesepakatan

Oleh: alex
Kamis, 27 September 2018 03:43:00
BAGIKAN:
reuters.
China.

BEIJING (MM):Forum Bisnis Indonesia-China di Beijing, menghasilkan dua nota kesepahaman bersama (MoU) bidang investasi yang ditandatangani oleh para pengusaha dari kedua negara.

Ketua Harian Indonesia-China Business Council (ICBC) Ali Hussein mendapatkan kesempatan pertama dalam forum tersebut untuk menandatangani MoU dengan kedua mitranya dari China, yakni CRCC Group Limited dan Zhongde Waste Technology AG.

Dalam forum kerja sama bertema "Doing Business with Wonderful Indonesia" tersebut, dua perusahaan asal China ini akan berinvestasi di bidang pengolahan sampah di Indonesia.

Penandatanganan MoU kedua dilakukan oleh PT Terang Dunia Internusa dan Tangshan Jin Hentong Bicycle Parts Co Ltd. Tangshan yang berkantor pusat di Kota Tianjin akan berinvestasi di bidang industri baja di Indonesia.

"Memang tujuan forum ini untuk meningkatkan dan merealisasikan peningkatan kerja sama antara kedua negara di bidang investasi dan perdagangan, khususnya untuk infrastruktur, pertambangan, ekonomi digital dan kreatif, pertanian dan industri pangan," kata Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, Rabu 26 September 2018.

Ia mengingatkan bahwa hubungan Indonesia-China yang sudah mengarah pada kemitraan strategis harus tercermin dalam angka-angka ekonomi dan bisnis sehingga defisit perdagangan Indonesia dengan China bisa terus ditekan.

Dubes menyebutkan bahwa PDB Indonesia pada 2017 sebesar 1,15 triliun dolar AS atau 1,64 persen dari ekonomi dunia dan merupakan 36,14 persen dari PDB ASEAN.

"Meskipun perekonomian dunia tidak terlalu baik saat ini ditambah dengan adanya 'trade war', Indonesia memiliki penilaian yang baik dari lembaga rating internasional karena pertumbuhan ekonomi yang stabil dan menjanjikan sebagai destinasi investasi, pariwisata, dan perdagangan," ujarnya.

Hubungan Indonesia dengan China, lanjut dia, lebih dekat lagi dengan adanya Prakarsa Sabuk Jalur Sutera-Maritim Abad ke-21 (Belt and Road Initiative/BRI) yang dapat disinergikan dengan Poros Maritim Global Indonesia (Global Maritime Fulcrum/GMF).

"Hal itu tidak hanya bermakna bagi kedua pemerintah, tetapi saya percaya bahwa pihak pebisnis pun dapat memanfaatkannya, terutama dengan dibukanya empat koridor investasi di Indonesia. Pemerintah juga tidak hanya mengalokasikan wilayah investasi, melainkan juga memperbaiki sistem yang ada untuk mendukung dan mempermudah investor," katanya.

Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Kemaritiman Ridwan Djamaludin dalam forum tersebut memaparkan tentang sinergitas BRI-GMF.

Kemudian Deputi Promosi Penanaman Modal BKPM Andi Maulana yang turut menjadi pembicara dalam forum yang dihadiri ratusan pengusaha dari Indonesia dan China, memaparkan beberapa kemudahan dalam berinvestasi di Indonesia, termasuk proses perizinan.

Dari sekitar 200 pengusaha yang hadir, 40 di antaranya dari Indonesia, sedangkan sisanya dari China.

Para pengusaha dari China juga memanfaatkan forum tersebut untuk mengajukan pertanyaan tentang regulasi investasi setelah mendapatkan gambaran mengenai potensi ekonomi dan bisnis di Indonesia dari para pembicara dan panelis.

Sumber: antaranews.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99