Jumat, 17 Agustus 2018

China Marah Terhadap Amerika Soal Perang Dagang

Oleh: alex
Kamis, 12 Juli 2018 03:45:00
BAGIKAN:
reuters.
Bendera Amerika.

SHANGHAI (MM): China marah atas sikap keras Washington soal perdagangan, namun membatasi pemberitaan sengketa tersebut di media dengan membatasi tanggapan terbuka dan melarang surat kabar setempat menyerang Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kata sumber Reuters.

Beijing mengeluarkan aturan ketat pembatasan peliputan perang dagang karena khawatir pemberitaan berlebihan bisa mendorong keguncangan di pasar keuangan, kata sumber dari dalam media milik negara China.

"Saat mengkritik perkataan atau tindakan Amerika Serikat, berhati-hatilah agar tidak menghubungkannya dengan Trump, tapi tujukanlah kritik itu ke pemerintah Amerika Serikat," kata memo, yang dikeluarkan secara verbal oleh sejumlah pejabat pemerintah dan beredar di kalangan wartawan media negara itu.

Media harus membantu "menenangkan perekonomian, pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, perdagangan luar negeri, investasi, keuangan, dan pasar saham. Pada dasarnya media harus menstabilkan pikiran dan harapan warga," kata memo itu.

Pekerja laman berita China mengatakan bahwa aturan baru itu adalah "yang paling ketat yang pernah ada".

Laman itu diperintahkan untuk hanya mengunggah berita sengketa dagang dari kantor berita Xinhua, dan bukan dari liputan sendiri. Mereka juga diperintahkan untuk tidak menempatkan topik ini dari tajuk utama dan mengawasi dengan seksama di bagian komentar setiap berita.

Sumber yang bekerja untuk media itu menolak mengungkapkan jatidirinya karena tidak berwenang berbicara terbuka.

Redaktur media negara terkemuka, seperti, "China Daily", "Global Times", dan Xinhua menolak menanggapi setelah diminta wawancara.

Belum jelas apakah sikap Beijing akan berubah setelah Amerika Serikat mengancam akan menerapkan tarif impor tambahan terhadap barang-barang China pada Selasa, dalam eskalasi konflik antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir, media negara memang mengkritik langkah Amerika Serikat yang dinilai tidak bertanggung jawab, hegemonik, delusional, dan menuding pemerintahan Trump berperilaku seperti "preman jalanan".

Namun, kritik tersebut pada umumnya tidak menyebut Trump dan sangat sedikit yang menjelaskan bagaimana perekonomian China akan terdampak dari perang dagang ini.

Dua orang sumber dari media negara mengatakan bahwa mereka telah diperintahkan untuk tidak menyebutkan dampak perang dagang terhadap perusahaan China dalam pemberitaannya.

Sebelumnya, dalam sengketa lain dengan Korea Selatan dan Jepang, Beijing justru mengambil sikap yang lebih agresif dan bahkan membakar kemarahan umum.

Pada 2012, media negara secara diam-diam mendukung unjuk rasa anti-Jepang terkait sengketa kepemilikan wilayah. Pada tahun lalu, Liga Pemuda Komunis di media gaul membantu boikot terhadap merek asal Korea Selatan saat Seoul membiarkan Washington menaruh pranata anti-peluru kendali di wilayahnya.

Sumber: antara/reuters.
BAGIKAN:

BACA JUGA

KOMENTAR
Copyright © 2014 - 2018 MandarinMedan.com. All Rights Reserved.
vipqiuqiu99 vipqiuqiu99